Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENJUAL JERUK DI MARANG TAK SANGKA KALAU PEMBELINYA GUBERNUR SULSEL

Jeruk berukuran besar berwarna hijau kekuning-kuningan yang biasa disebut sebagai jeruk pamelo ini telah menjadi ikon Pangkep, dengan berat 1-2,5 Kg perbuah ini bahkan sudah di budidayakan secara turun temurun. jeruk pamelo ini biasanya banyak dijumpai sekitar pinggir jalan poros Pangkep - Barru utamanya di sepanjang jalan kecamatan kecamatan Ma'rang kabupaten Pangkep sulsel.

Keberadaan kios penjual jeruk sepanjang jalan kecamatan ma'rang kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tersebut tak jarang menarik perhatian para pengguna jalan yang penasaran ingin mencicipi rasa jeruk Pamelo Pangkep tersebut, salah satunya adalah Gubernur Sulawesi Selatan yang baru saja terpilih Prof. Nurdin Abdullah yang melintas di Pangkep usai melakukan kunjungan kerja di Parepare dan Barru, Jum'at (26/10/2018) kemarin. langsung menghentikan kendaraannya di salah satu kios jeruk tersebut.


Nurdin abdullah kemudian singgah di kios 57 milik Andi Sakka dan memilih jeruk jenis gula-gula diantara beberapa jenis jeruk yang terpampang berjejer rapi dan berikat berbagai jenis jeruk, mulai dari jenis gula-gula, jeruk putih, jeruk merah bahkan ada jeruk yang diberi nama jeruk bencong. Jika dilihat dari tampilan luar jeruk-jeruk ini memiliki bentuk yang sama.

"Enak ini, jeruknya ibu enak dan manis," kata Nurdin Abdullah yang mencicipi jeruk jenis gula-gula di kios Nomor 57 itu

Nyonya Andi Sakka yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa konsumennya adalah Gubernur Sulsel. dengan lugas menjelaskan, jenis dan rasa jeruk yang dijualnya serta menerangkan asal diperolehnya jeruk jualannya tersebut di daerah Padang Lampe, Kecamatan Ma’rang, Pangkep. Jeruk tersebut dijual hanya seharga Rp10 ribu sampai 15 ribu perbuah tergantung jenis dan ukuranya.
 
  
Saat akan kembali, salah seorang staf menanyakan apakah ia mengetahui orang yang baru saja mapir dikiosnya dan memborong jeruknya. NYonya Andi Sakka Langsung tersipu malu sambil menutup mulutnya dengan jilbabnya, ia baru ingat kalau yang tadi ditemani bicara adalah Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

“Astaga, uwisseng ni (saya baru sadar) Pak Gubernur pale,” sebutnya sambil tersipu sipu kemudian menutup mulutnya dengan jilbabnya.

Namun demikian ibu Andi Sakka merasa senang dan bangga karena kios sederhananya itu telah disambangi oleh orang nomor satu di sulawesi selatan, ia juga memuji kerendahan hati serta kesederhanaan Nurdin Abdullah saat berbicara dengan masyarakat kecil sepertinya.

Di Pangkep tidak sulit menemukannya, apalagi pada saat musim panen, jeruk ini dipasarkan dipinggir jalan, berjejer rapi, berundak-undak dan tinggi di jalan, letaknya cukup strategis, sebab menjadi jalan lintas dari Kabupaten Maros menuju kabupaten lain seperti Barru, Pare-Pare. Dari Makassar pun dapat ditempuh sekitar 1-2 jam.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "PENJUAL JERUK DI MARANG TAK SANGKA KALAU PEMBELINYA GUBERNUR SULSEL"