Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GUNAKAN PUKAT TERLARANG 3 NELAYAN ASAL MAROS DIAMANKAN DI PANGKEP

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel berhasil menangkap 2 unit kapal milik nelayan yang beroperasi mencari ikan dengan cara menggunakan jaring yang dilarang jenis pukat tarik donggel mini atau lebih populernya masyarakat pangkep sebut sebagai pukat renreng. dimana keberadaannya selain merusak permukaan terumbu karang juga meresahkan nelayang tangkap lainnya karena jenis pukat ini mematikan bibit dan telur ikan didasar laut.

Dalam Penangkapan tersebut sebanyak 3 orang nelayan asal Kampung Campagai, Desa Tumpabiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros terpaksa di harus amankan oleh Satpolairud Polres Pangkep


Kasatpolair Polres Pangkep, AKP Ridwan Saenong mengungkapkan, tiga nelayan tersebut di tangkap di perairan Pulau Balang Caddi Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep, masing-masing, Rusli Bin Muide (26 tahun), Mamang (32 tahun) dan Lukman (27 tahun) ditangkap oleh petugas yang sedang patroli.

"Ketiganya ditangkap saat menggunakan pukat tarik jenis dogol mini dengan menggunakan dua buah perahu. diperairan sebelah timur pulau Balang Caddi," kata Ridwan, Jumat (19/10/2018)


Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua pukat mini dengan pemberat, dua buah perahu dan dua gabus ikan hasil tangkapan mereka. Tiga pelaku beserta barang buktinya kini diamankan di Mako Satpolairud untuk menjalani penyidikan.

Ridwan menambahkan, penangkapan ikan dengan menggunakan pukat tarik atau dogol mini ini telah dilarang oleh pemerintah karena menyebabkan kerusakan. Larangan penggunaan pukat tarik ternuat dalam Pasal 85 UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

(ADM_KP)

Posting Komentar untuk "GUNAKAN PUKAT TERLARANG 3 NELAYAN ASAL MAROS DIAMANKAN DI PANGKEP"