Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DUA TAHUN BOLOS MENGAJAR, KEPSEK SMP 7 SATAP KALMAS MAKAN GAJI BUTA


Harapan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk mencerdaskan masyarakat di kepulauan terjauh di Pangkep, rupanya sulit tercapai, pasalya seorang oknum guru PNS yang menjabat sebagai kepala sekolah SMP 7 Satap Pulau Dewakang Caddi, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulsel, sudah 2 tahun tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di pulau dewakang caddiuntuk melaksanakan tugas pokoknya sebagai tenaga Pendidik.

Oknum guru PNS yang menjabat kepala sekolah SMP 7 Satap Pulau. Dewakang Caddi bernama Suriadi sejak dilantik menjadi tanggal 9 Nopember 2016 lalu oleh bupati pangkep H. Syamsuddin Hamid, SE bersama 110 kepala sekolah lainnya, Surwardi hanya datang bertugas saat pertama dilantik selama kurang lebih 15 hari saja dan hingga saat ini ia mangkir dari tugas pokoknya di pulau tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh sejumlah warga pulau Dewakang Caddi yang mengaku resah dengan masa depan pendidikan puluhan anak-anak dipulaunya yang tak terurus hingga saat ini mereka meminta kepala Dinas Pendidikan Pangkep, untuk memberikan perhatian khusus. utamanya persolan tenaga pendidik yang tidak serius melaksanakan tugas mencerdaskan warga pulau.

"Bagaimana Masyarakat pulau bisa cerdas kalau guru PNS nya cuma 1, itupun Sejak oknum Kepala Sekolah tersebut menjabat baru satu kali menginjakkan kakinya di pulau kami, tidak cukup satu bulan oknum ini tinggal di pulau sudah pulang ke daratan, bayangkan saja, sudah hampir 2 tahun lebih tidak pernah kelihatan lagi batang hidungnya, proses belajar tidak lagi dia urus, di darat saja tinggalnya, tapi lucunya tidak pernah ada tindakan dari Dinas Pendidikan" Ungkap Sudirman

Salah seorang tokoh pemuda Kullahu mengaku sudah pernah melaporan hal ini ke Dinas Pendidikan pada bulan Maret 2018 lalu namun hingga saat ini Dinas Pendidikan Pangkep tidak merespon permintaan tersebut, Laporan yang di tujukan langsung kepada Bupati Pangkep, Cq Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep tersebut di antar langsung ke dinas pendidikan Pangke.

"Saya bersama beberapa warga datang langsung ke Diknas Pangkep pernah menyampaikan keluhan masyarakat yang ditandatangani beberapa warga dan orang tua siswa agar Kepala Sekolah SMP 7 ini di ganti dengan orang yang lebih peduli pendidikan, namun hingga saat ini tidak ada respon dari Diknas" Ungkap Kullahu. Jumat, (19/10/2018)

Koordinator Pendidikan Wilayah Liukang Kalmas Ahmad Gazali S.Ag,S.Ip,MM, membenarkan masalah ini. ia mengungkapkan bahwa oknum PNS yang menjabat kepala sekolah kepala sekolah SMP 7 tidak pernah keluar lagi melaksanakan tugasnya karena Sakit.

” Benar, pak Suwrdi ini, sebenarnya sudah tidak mampu untuk melanjutkan tugasnya sebagai kepala Sekolah, cuma kami belum ada yang bisa untuk mengganti beliau, tapi itu akan kami tindak lanjuti laporan masyarakat dan orang tua siswa tersebut”. Imbuhnya.

Sementara itu kepala sekolah SMP 7 satap Dewakang Caddi Suwardi yang kebetulan berada di Dinas Pendidikan Pangkep, membenarkan Jika dirinya tak pernah lagi melaksanakan tugas di pulau sejak akhir 2016 lalu dan untuk pelaksanaan Administrasi Dana BOS dan BSM hanya dilakukan di Makassar dengan memanggil salah satu guru diantara 2 guru honorer yang dimilikinya.

” Saya akui saya tidak kesana karena saya dalam keadaan sakit dan dalam proses pengobatan, saya sudah minta untuk digantikan karena saya tidak mampu lagi menjabat Kepala Sekolah tersebut, di sekolah itu pak saya sendiri PNS, dan guru saya hanya dua itupun hanya tenaga honorer”. Ungkapnya.

Dari Pantauan awak media saat bertemu oknum guru PNS yang menjabat kepala sekolah kepala sekolah SMP 7 tersebut kondisi kesehatannya nampak baik dan segar bugar apalagi usia kepala sekolah  tersebut masih berkisar 38 tahun. dan tidak pernah memasukkan surat keterangan sakit dari dokter

Selain itu disinyalir setiap laporan pertanggung jawaban dana BOS dan BSM serta tunjangan tunjangan sebagai kepala sekolah dan tunjangan Dana Terpencil (Dacil) yang dibuatnya patut di duga fiktif, karena yang bersangkutan telah mengakui tidak pernah lagi bertugas kepulau hingga saat ini.

(ADM.KP)

Posting Komentar untuk "DUA TAHUN BOLOS MENGAJAR, KEPSEK SMP 7 SATAP KALMAS MAKAN GAJI BUTA"