Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DISENTIL MENTERI SUSI, KAPOLRES PANGKEP DAN POLDA SULSEL ANGKAT BICARA

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melontarkan setilan keras kepada Polda Sulsel dan Polres Pangkep pada khususnya di akunt twitter nya terkait maraknya bom ikan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel. dimana sentilan tersebut menyebutkan "Kejadian Ini Menjadi Indikator Kegagalan Penegak Hukum Khususnya Polda Sulsel dan Polres Pangkep dalam upaya preventif pada kasus Destructive Fishing."

Cuitan tersebut terkait Pemberitaan beberapa media online yang menulis terkait kasus bom ikan yang menewaskan seorang nelayan bernama Buto (30 tahun) dan melukai rekannya bernama Herman (29 tahun) warga Pulau Doang-doangan Caddi, Desa Kanyurang, Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep beberapa hari yang lalu saat melakukan ilegal fishing dengan bom ikan.


Menanggapi Cuitan Menteri Susi Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga angkat bicara bahwa Kasus illegal fishing, penangkapan ikan menggunakan bahan peledak bom ikan masih menjadi salah satu persoalan di wilayah perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Hal itu, tentunya tidak terlepas dari masih adanya oknum masyarakat yang berfikir pragmatis, dengan cara cepat ingin mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak, meskipun mengorbankan lingkungan biota laut, bahkan nyawa pun jadi taruhannya.

Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga, S.IK, mengungkapkan Pihak kepolisian dalam hal ini Satpolairud Polres Pangkep bersama Polsek wilayah kepulauan tidak henti-hentinya melakukan upaya preventif dan patroli setiap saat. dalam kurun waktu dua bulan ini, Satpolairud Polres Pangkep mengungkap 3 kasus, dan menangkap 10 tersangka bom ikan, dan satu diantaranya terpaksa dihadiahi timah panas, lantaran melakukan perlawanan.

“Dua bulan terakhir ini kita menangkap 10 tersangka, 1 ditembak karena melakukan perlawanan. Tentunya pula kita tidak menginginkan demikian, ada upaya preventif dan patroli setiap saat dilakukan. Namun juga, terkadang menjalankan tugas patroli, petugas harus terhadang cuaca ekstrim dengan ombak yang cukup besar. Meski demikian, kita tetap optimalkan,”ungkap Tulus Sinaga, didampingi Kasat Polairud Polres Pangkep, AKP Ridwan Saenong, Selasa 16 Oktober.

Tulus Sinaga mengakui, upaya preventif pun tengah gencar dilakukannya. Namun, lagi-lagi tingkat kesadaran oknum nelayan akan dampak yang ditimbulkan dari cara penangkapan ikan menggunakan bahan peledak bom ikan masih saja ada. “Satpolirud dan setiap Polsek diwilayah Kepulauan itu tengah gencar melakukan upaya preventif, sosialisasi hingga himbauan pun terus dilakukan, untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat ramah lingkungan,”ujarnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan dan melakukan tindakan tegas dan terukur jika terdapat ditemukan adanya pelaku bom ikan.

“Tidak ada kompromi bagi mereka pelaku bom ikan. Dan kita akan lepas tembakan jika menemukan pelaku bom ikan yang berusaha melawan petugas. Tingkat, resiko medan yang diembang petugas bukanlah hal yang main-main, mereka pertaruhkan nyawa untuk menjaga wilayah perairan tetap kondusif,”tegasnya.

Senada dengan itu Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menyebutkan pihaknya juga sudah maksimal melakukan pengawasan terkait bom ikan di Sulsel. Bahkan Dicky Sondani mengungkapkan bahwa bahan-bahan pembuatan bom ikan tidak diproduksi di Sulsel. Semua bahan pembuatan bom ikan yang dipakai para nelayan berasal dari luar negeri termasuk dari Malaysia yang masuk melalui pelabuhan tikus.

"Sebenarnya pengungkapan bom ikan sudah maksimal namun banyak sekali pelabuhan tikus di Sulsel ini mengambil bahan bom ikan dari Malaysia. Di Malaysia ada sebagai penyuplai barang tersebut ke Indonesia termasuk Sulsel melalui pelabuhan tikus," ujar Dicky Sondani, Selasa (16/10/2018).

Dicki juga membeberkan bahwa Polda Sulsel telah memberikan arahan kepada seluruh aparat penegak hukum agar lebih ketat lagi mengawasi para nelayan.

"Sikap Polda terkait ke depannya seluruh aparat penegakan hukum terutama yang ada di laut harus lebih meningkatkan koordinasi dan pengawasan ketat termasuk TNI AL, Polair dan juga bea cukai karena ini penting sekali," katanya.

Selain itu menurutnya, cuitan Menteri Susi tersebut menjadi sebuah masukan yang positif bagi Polri, Polda Sulsel, dan Polres Pangkep untuk lebih bersinergi dalam penegakan hukum ini.

"Tanpa perintah apapun kami akan melakukan yang terbaik, untuk mengantisipasi daripada bom ikan itu," tutur Dicky Sondani. "Pemda juga harus meningkatkan penyusunan agar memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa bom ikan ini sangat berbahaya," tutupnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "DISENTIL MENTERI SUSI, KAPOLRES PANGKEP DAN POLDA SULSEL ANGKAT BICARA"