Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JADI TERSANGKA KASUS KORUPSI ADD, KEPALA BPBD PANGKEP DIPERIKSA POLISI

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang menjadi tersangka akibat tersangkut Markup Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap II tahun 2016 saat ia  menjabat Plt. Kepala Desa Mattiro Bone Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep, Sulsel akhirnya memenuhi Panggilan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Reskrim Polres Pangkep Rabu (28/8/2018) lalu

Hal ini diungkapkan oleh Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Reskrim Polres Pangkep Ifda Firman saat dikonfirmasi oleh awak media, Firman mengaku telah memeriksa Sahaba Nur, selama lima jam dengan dicecar 90 pertanyaan terkait penggunaan dana ADD tersebut.

"Iya sudah kita periksa waktu hari Rabu tanggal 28 Agustus pukul 13.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita," kata Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Reskrim Polres Pangkep, Ipda Firman. Jumat (31/8/2018)

Dalam memenuhi Panggilan penyidik Tipikor polres Pangkep Sahaba Nur di dampingi oleh seorang pengacaranya saat ia dicecar 90 pertanyaan selam 5 jam.

"Dia datang ditemani pengacaranya dan kita cecar dia dengan 90 pertanyaan seputar pengelolaan anggaran tahap ke II Dana Desa Mattiro Bone," ujarnya.

Kepada awak media Firman membeberkan detail kerugian negara khusus korupsi yang dilakukan Sahaba Nur selama menjadi Pjs Kades Mattiro Bone. dimana ia bukan hanya merugikan negara tapi juga telah merugikan orang lain untuk memperkaya dirinya.

"Iya dia korupsi ADD tahap ke II dan diketahui menyalahgunakan anggaran belanja bibit lobster yang tidak sesuai pertanggungjawaban senilai Rp 27 juta, Sahaba Nur yang tidak membayarkan jasa tukang. dan Dia juga mark up pembayaran upah tukang bangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) senilai Rp 17 juta," ungkapnya.

Korupsi lain yang dilakukan Sahaba Nur yakni pengadaan GPS (alat pendeteksi) senilai Rp 10 juta dan kegiatan fiktif pembelanjaan baju olahraga senilai Rp 2,5 juta. Dikatakan, total ADD tahap ke II yang dikelola Sahaba Nur yakni Rp 353 juta kemudian mengalami kerugian negara Rp 45 juta. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak Reskrim Polres Pangkep akan menjadwalkan ulang pemeriksaan berikutnya

Sebelumnya, Polres Pangkep telah menetapkan dua tersangka kasus korupsi dana desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, Sulsel, 20 Agustus 2018 lalu. yakni Sahaba Nur dan Abdul Rahman, keduanya adalah seorang ASN yang diberi kepercayaan oleh bupati Pangkep H. Syamsuddin Hamid, SE sebagai Pjs Kades Mattiro Bone di waktu yang berbeda

Akibat perbuatannya kedua Tersangka diancam dengan Undang Undang Tindak Pidana Korupsi pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 dengan ancaman kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "JADI TERSANGKA KASUS KORUPSI ADD, KEPALA BPBD PANGKEP DIPERIKSA POLISI"