Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DUA KALI MANGKIR, RAHMAN TERSANGKA KASUS ADD MATTIRO BONE DITAHAN

 
Unit Reskrim Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Akhirnya menangkap dan menahan Abdul Rahman Tersangka kasus mark up dana desa, di Desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep Sabtu dini hari, (1/9/2018) sekitar pukul 04.00 Wita. kemarin

Abdul Rahman terpaksa harus ditahan karena sudah dua kali Mangkir dari panggilan dan pemeriksaan polisi setelah Abd Rahman dan Sahaba Nur ditetapkan sebagai tersangka 20 Agustus 2018 lalu, dimana keduanya pernah menjabat pelaksana tugas (Plt) kepala Desa Mattiro Bone dan keduanya diduga terlibat dalam kasus Markup anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016. Dimana atas tindakan keduanya selaku pelaksana tugas Kepala Desa (Kades) saat itu menyebabkan kerugian negara ratusan juta rupiah.

Kanit Tipikor, Polres Pangkep, Ipda Firman mengatakan, Abdul Rahman diamankan disebuah rumah kontrakan di jalan Pandang Raya, Kota Makassar pukul 04 dini hari, Sabtu 1 September 2018. Ia ditangkap setelah dua kali mangkir dari panggilan untuk pemeriksaannya sebagai tersangka.

Firman menuturkan, Sejak Jumat malam pihaknya sempat mendatangi sejumlah rumah yang diduga jadi persembunyian Rahman. Setelah mendapat keterangan dari kerabat tersangka, baru dinihari tadi posisi Rahman bisa ditemukan.

“Kami sudah kirim surat panggilan dua kali tapi dia tidak datang, Setelah itu kita datangi rumah kosnya dimakassar dan akhirnya kita jemput,” kata Firman di Mapolres Pangkep.

Saat ini, Rahman juga akan menjalani proses penahanan serta menjalani proses pemberkasan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sebagai tersangka. Penyidik tipikor berjanji berkas kasus akan selesai dalam waktu dekat dan segera akan dilimpahkan ke Kejari Pangkep.

Sementara itu tersangka lain di kasus ini kata Firman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangkep Sahaba Nur yang juga mantan pelaksana tugas Kades Mattiro Bone juga sudah dua kali diperiksa didampingi oleh pengacaranya terkait Kasus ADD Desa Mattiro Bone 2016 tersebut.

"Kalau tersangka satunya (Sahaba Nur) kooperatif, selalu datang memenuhi panggilan. Sudah dua kali dia kita periksa, pertama sebagai saksi, periksaan kedua sebagai tersangka," ungkap Firman.

Sahaba Nur sendiri menggantikan Abd Rahman sebagai pelaksana tugas di desa Mattiro Bone setelah Abd. Rahman tidak melaksanakan tugasnya dan pergi ke kota Makassar.

"Sahaba Nur ini merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan MCK dan pengadaan bibit lobster, dana desa tahap kedua," terang Firman.

Sebelumnya di beritakan Polres Pangkep menetapkan dua tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana desa, di desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, Kasat Reskrim Polres Pangkep, Iptu Deni Eko Prastyo mengatakan, keduanya ditetapkan tersangka usai gelar perkara di Polda Sulsel pada Senin (20/8/2018) lalu.

Dikatakan Deni, kedua tersangka sama-sama mempunyai peran dan menyebabkan kerugian negara lebih dari 260 juta. Keduanya diancam kurungan sesuai pasal 2 UU Tipikor.

"Masih kita jadwalkan, yang jelas bila dalam dua kali panggilan tidak datang, ketiganya kita akan jemput tersangka. Keduanya diancam kurungan minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun, dan denda 200 juta," ungkap Deni.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "DUA KALI MANGKIR, RAHMAN TERSANGKA KASUS ADD MATTIRO BONE DITAHAN"