Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

592 HONORER K.II DI PANGKEP BAKAL MENGUBUR IMPIANNYA MENJADI ASN


 
Sebanyak 592 orang Tenaga Honorer Kategori Dua (K.II) Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan bakal mengubur impiannya untuk menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pasalnya penerimaan ASN khusus untuk Honorer K2 di Pangkep hanya di persiapkan sebanyak 70 orang saja itu berarti ada 592 honorer yang tidak terangkat dari total 662 honorer K.II yang pernah di nyatakan lulus oleh BKN Pusat pada tanggal 24 Desember 2014 lalu.

Bupati Pangkep H.Syamsuddin Hamid, SE mengaku akan memberi peluang pendaftaran kepada khusus Honorer K.II untuk menjadi Pegawai ASN Pemkab Pangkep untuk 70 orang Honorer yang di anggap bersyarat.

"kita beri kesempatan kepada honorer K.II, kuotanya sekitar 70 orang. Jumlah pastinya ada di BKPPD Pangkep. Tapi mereka juga harus melalui seleksi ketat dan tidak dibedakan dengan pendaftar umum. Cuma memang kita lihat kelengkapan administrasi serta yang cerdas otaknya," kata Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, Rabu (12/9/2018).

Syamsuddin berharap mereka nantinya yang akan lolos honorer K.II adalah betul-betul yang sudah mengabdi lama, cerdas dan memiliki kompetensi yang memadai untuk diangkat menjadi CPNS. Dia menegaskan, dirinya tidak ingin menyalahi aturan dan CPNS khusus K.II ini harus sesuai aturan Kemenpan RB.

"Pusat kan yang periksa semuanya, jadi kalau ada administrasi mereka yang salah pasti ketahuan. Intinya kalau kuota dari 70 itu 20 ji misalnya yang bersyarat dan memenuhi aturan Kemenpan RB itumo saja. Saya tidak akan tambah-tambah, saya tidak mau terbentur hukum," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep telah mengeluarkan Surat Permintaan Berkas Eks Tenaga Honorer Kategori II (THK-II) Dalam surat tersebut menyebutkan agar Tenaga Honorer K.II untuk mengumpulkan berkas yang diperlukan untuk mengikuti seleksi CPNS 2018 melalui formasi khusus THK-II, peserta harus mememenuhi syarat berdasarkan PANRB No 36/2018, seperti berikut.

Peserta harus terdaftar dalam Database Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan memenuhi persyaratan UU No 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No 36/2014 bagi tenaga kesehatan.

Bagi tenaga pendidik yang ikut dalam seleksi CPNS 2018 melalui jalur formasi khusus, pelamar harus minimal berijazah S1. Ijazah tersebut harus sudah diterima oleh pelamar selambat-lambatnya pada 3 November 2013. Selain memiliki KTP dan Ijazah, pelamar juga harus memiliki bukti nomor ujian THK-II pada 3 November 2013 tersebut.

Pelamar pada jalur formasi khusus Tenaga Honorer II (THK II) memiliki usia paling tinggi 35 tahun pada 1 Agustus 2018 yang dibuktikan lewat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, pelamar harus masih aktif bekerja secara terus menerus hingga saat ini.

Tidak ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Bagi eks THK-II, mekanisme pendaftaran dilakukan langsung dibawah koordinasi BKN. Pendaftar eks THK-II harus mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Akan tetapi yang membedakan dengan pendaftar dari formasi umum, tidak ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebagai gantinya,pelamar harus memiliki pengalaman kerja minimal 10 tahun dan terus menerus menjadi tenaga pendidik

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "592 HONORER K.II DI PANGKEP BAKAL MENGUBUR IMPIANNYA MENJADI ASN"