Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

WADUH, SUDAH SEBULAN VAKSIN DPT DI PANGKEP KEHABISAN STOK


Warga di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengeluhkan tidak tersedianya obat vaksin imunisasi jenis Difteri Pertusis dan Tetanus (DPT) di seluruh pelayanan di pelayanan pusat kesahatan masyarakat (Puskesmas).

Tidak tersedianya stok vaksin tersebut sejak bulan lalu hingga saat ini menyebabkan seluruh anak balita warga saat ini belum mendapatkan vaksin. Atas kondisi tersebut membuat warga resah di Pangkep.

"Kami dari warga mempertanyakan ke Dinas Kesehatan apa penyebabnya sehingga tidak pernah dilakukan imunisasi DPT. Ini sudah bulan ke tiga belum ada imunisasi di Puskesmas Pangkajene," kata Jumriah salah seorang orang tua balita di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkkep, Minggu (20/8/2018).

Atas habisnya obat vaksin tersebut, anak Jumriah yang sudah berumur empat bulan belum diimunisasi untuk bulan ke tiga. Dan saat ini sudah masuki bulan ke empat untuk jadwal imunisasi, katanya.

Dia berharap agar Dinas Kesehatan Pangkep dapat memenuhi obat vaksin untuk anak umur balita. Dan memantau ketersediaan untuk seluruh puskesmas di Pangkep. Jumriah saat ini merasa khawatir jika kedepannya anaknya tidak diimunisasi saat berumur masih balita, maka rentan terkena penyakit.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dr. Indriaty Latif bahwa Sudah sebulan stok vaksin Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT) di puskesmas Kabupaten Pangkep mengalami kekosongan.

"Iya kita di Pangkep sudah sebulan kehabisan stok khususnya puskesmas di wilayah daratan dan pegunungan Pangkep," katanya

Dia menambahkan, jika ada puskesmas yang melaksanakan vaksin DPT maka pihak puskesmas meminjam di puskesmas yang masih tersedia vaksinnya. Indry berharap, kekosongan stok vaksin untuk  balita ini diharapkan bisa segera diatasi.

"Kalau di Dinas Kesehatan Pangkep vaksinnya sudah tidak ada, tapi puskesmas di kepulauan masih tersedia dan saat ini para puskesmas yang mau vaksin DPT saling koordonasi," ujarnya.

Ditempat terpisah Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr dr Bahtiar Baso mengakui Sulsel sedang krisis vaksin imunisasi jenis Difteri Pertusis dan Tetanus (DPT). Hal ini kata dia berdampak pada pelayanan di pusat kesehatan yang ada di sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel. Terkait dengan hal tersebut, ia pun mendesak pemerintah pusat untuk segera mengadakan vaksin DPT.

"Kami sudah menyurat ke Menteri Kesehatan di Jakarta agar vaksin ini segera didistribusikan ke Sulsel," kata dr Bahtiar, Minggu (19/8/2018).

Informasi terakhir yang diterima oleh Bahtiar, bahwa krisis vaksin ini tidak hanya terjadi di Sulsel, tapi juga terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Imunisasi DPT adalah salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita khususnya anak usia 2 bulan hingga enam tahun.

Penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian pada balita. Ketiga penyakit ini adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "WADUH, SUDAH SEBULAN VAKSIN DPT DI PANGKEP KEHABISAN STOK"