Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TIGA KALI BOHONGI KARYAWAN, PT. KAA KEMBALI DIDEMO DI DPRD PANGKEP


Ratusan Karyawan PT Karya Asta Alam (KAA) dan keluarganya serta didampingi oleh Front Pembela Islam (FPI) Pangkep, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Pangkep, Dalam aksinya karyawan KAA meminta pemerintah dan DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Pangkep menuntaskan permasalahan mereka dengan pihak perusahaan yang belarut larut tidak membayarkan gaji dan pesangon mereka selama 8 bulan. setelah mereka dirumahkan secara sepihak oleh perusahaan PT. KAA awal Januari 2018 lalu.

Keresahan karyawan yang dirumahkan ini cukup beralasan sebab ini adalah kali ke tiga dilakukan mediasi antara pihak karyawan dan PT. KAA yang hanya selalu menjanjikan untuk membayar pesangon namun oleh pihak perusahaan hanya memberikan janji palsu, padahal setiap hari perusahaan tersebut melakukan aktivitas di lokasi tambang marmer yang terletak di Desa Malaka Kecamatan Tondong Tallasa Pangkep. padahal ijin tambang tersebut sudah ditutup oleh pihak DLHK provinsi Sulawesi Selatan sejak Januari Lalu.

128 Karyawan yang dirumahkan secara sepihak itu merasa dibohongi oleh pihak perusahaan karena telah berulangkali di janji untuk dibayarkan pesangonnya namun hingga saat ini pihak perusahaan tak kunjung menunjukan itikat baiknya terhadap karyawan yang dirumahkan tersebut.

Dari data yang dihimpun koranpangkep.co.id sebelumnya pada tanggal 20 Februari 2018 lalu pemkab pangkep menfasilitasi karyawan dan PT.KAA dimana perusahaan menjanjikan akan membayarkan pesangon mereka sebesar 50 persen sebelum lebaran dan 50 persen setelah lebaran.namun setelah menjelan lebaran idul fitri 25 mei 2018 lalu pihak perusahaan mengingkari janjinya.

Hingga mediasi kedua dilakukan lagi yang difasilitasi langsung oleh wakil Bupati Pangkep H. Syahban Sammana namun pihak perusahaan hanya menyanggupi membayar 5 persen dari pesangon karyawan yang tentu saja ditolak oleh karyawan, sampai akhirnya menjanjikan lagi kepada karyawan untuk membayarkan pesangon tersebut awal agustus 2018, namun lagi lagi pihak perusahaan ingkar janji dan tidak membayarkan pesangon tersebut hingga saat ini.

oleh karena itu pihak karyawan dan FPI kembali mendatangi Kantor DPRD untuk dimediasi pada tanggal 13 Agustus 2018 kemarin, dalam diskusi tersebut pihak karyawan, FPI Pangkep, DPRD Pangkep, Disnaker Pangkep, dan DLHK Pangkep sepakat untuk mengundang langsung  Tommy selaku Pemilik PT. KAA yang bisa memberikan keputusan langsung kepada karyawan tersebut.

Namun lagi lagi saat pertemuan Hari ini Pihak PT.KAA mengindahkan surat panggilan DPRD Kabupaten Pangkep dan Disnaker tersebut, dimana pihak perusahaan tidak menghadirkan pimpinan perusahaan dan hanya mengirimkan Pengacaranya dalam pertemuan tersebut, sontak saja ini mengundang reaksi karyawan dan FPI yang menilai tidak ada itikat baik perusahaan untuk menyelesaikan masalah pesangon tersebut, hingga pada akhirnya karyawan dan FPI Pangkep melakukan pengusiran terhadap pengacara PT.KAA diruang sidang DPRD Pangkep, yang justru menyulut kemarahan anggota DPRD Pangkep yang berujung nyaris baku hantam dengan pihak FPI.

Memanasnya suasana sidang oleh pihak FPI, Karyawan dan DPRD Pangkep membuat Belasan pegawai DPRD dan polisi serta Satpol PP berusaha menenangkan kedua pihak. Setelah tenang pertemuan dilanjutkan dengan kesepakatan DPRD Pangkep akan meminta Dinas Tenaga Kerja mengambil langkah sesuai aturan untuk mendesak pembayaran pesangon para buruh.

Setelah itu Massa kemudian meninggalkan kantor DPRD Pangkep dan menuju ke kantor Polres Pangkep, untuk membuat laporan atas tindakan PT. KAA yang tak mau membayar pesangon karyawan hingga saat ini

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "TIGA KALI BOHONGI KARYAWAN, PT. KAA KEMBALI DIDEMO DI DPRD PANGKEP"