Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TERSANGKA KASUS OTT PUNGLI DACIL GURU MULAI BERNYANYI DI PENYIDIK POLRES PANGKEP



Ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) HSN Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) diciduk saat menerima uang yang diduga Pungutan Liar (Pungli) dari guru SD penerima tunjangan daerah terpencil (Dacil) pencairan 2018 wilayah kepulauan, mulai bernyanyi dan mulai angkat bicara terkait bobroknya sistem pengusulan tunjangan guru di Disdik Pangkep.

Hal ini di beberkan sendiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pangkep Muhammad Idris Sira Usai diperiksa sebagai saksi kasus pungli, Kepala Dinas Pendidikan Pangkep Muhammad Idris Sira membeberkan beberapa hal sesuai apa yang disampaikan tersangka HSN kepada tim penyidik Polres Pangkep yang menyebutkan adanya keterlibatan orang lain selain dirinya dalam kasus ini

"Iya sudah diperiksa kemarin, bukan dicecar pertanyaan tapi memang penyidik bertanya sesuai apa yang disampaikan tersangka,si tersangka ini bernyanyi di dalam" beber Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Muhammad Idris Sira kepada awak media, Rabu (2/8/2018).

Menurut Idris Sira dalam pemeriksaan sebelumnya tersangka HSN memperlihatkan bukti kwitansi penerimaan sejumlah uang yang nilainya Rp.5 juta yang diberikannya kepada idris sira, Alasan HSN menyebut nama idris adalah persoalan pinjaman uang di Kas Bidang GTK melauli kepala seksi bidang GTK Disdik Pangkep.

"Saya dipanggil, karena tersangka memberikan keterangan kepada penyidik kalau pernah saya pinjam uangnya Rp 5 juta, tapi bukan dia yang saya pinjami melainkan kepala seksinya, terus bukan uang Dacil yang saya pakai melainkan pinjaman sementara, tapi Kabid ini bilang uang dacil yang dia berikan ke saya," ungkapnya.

Akibat buntut uang pinjaman sebesar Rp.5 Juta tersebut di Kas Bidang GTK, dia pun memberitahu kepala seksinya kalau siap-siap menghadiri persidangan jika dipanggil pihak penegak hukum.

"Saya bilang ke dia siap-siap saja gara-gara uang Rp 5 juta ji, kau berapa kali berteriak bilang pinjamta pak kadis. Rp 10 juta lagi kau kasika dalam setahun atau dua tahun wajarji karena banyaknaji kegiatan operasionalmu, terus kalau mau gantikan potongmi honorku,"jelasnya.

Kanit Tipikor Reskrim Polres Pangkep, Ipda Firman mengatakan hasil pemeriksaan untuk saat ini kepala dinas masih sebagai saksi. Idris masih ditanya soal seputar SOP Tunjangan Dacil selaku atasan langsung tersangka mulai awal sampai dananya sampai ke guru yang bersangkutan, Dalam pemeriksaanya soal praktek pungli di instansi yang dipimpinnya, kepada penyidik, Idris dengan bersikukuh membantah dirinya mengetahui adanya kegiatan pungli dacil oleh oknum pegawai GTK nya dikantornya itu.

"Saat diperiksa dia itu menyangkal kalau tidak pernah memerintahkan pungli kepada kepala bidang GTK dan tidak tahu menahu soal pemberian hadiah. Kita lihat perkembangan lagi, siapa tahu ada perkembangan penyidikan, kalau perlu dipanggil lagi kadisnya untuk pemeriksaan tambahan," Terangnya.

Soal sejauh mana keterlibatan kadis tentang Dacil, Firman mengaku hingga sampai saat ini belum mengetahui dan masih mendalami kasusnya.

"Nanti kita cari tahu, kita masih dalami apakah ada tekanan atau tidak si tersangka ini dari pimpinannya karena tersangka saat ini masih bungkam," jelasnya. Secepatnya, penyidik akan merampungkan berkas untuk dilimpahkan Agustus 2018.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "TERSANGKA KASUS OTT PUNGLI DACIL GURU MULAI BERNYANYI DI PENYIDIK POLRES PANGKEP"