Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RAWAN PANGAN WARGA LIUKANG TANGAYA TERPAKSA HARUS BERBAGI BERAS


Sebanyak lima pulau di Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel kekurangan beras pasca gempa yang terjadi di Lombok NTB. Kelima pulau tersebut yakni pulau Tampaang, Kapoposang Bali, Poleonro, Satanger dan Sailus. Pasalnya tempat mereka sering membeli kebutuhan pokok sehari hari termasuk beras adalah sumbawa, Lombok yang hanya 12 Jam perjalanan, daripada harus ke Makassar dan Pangkep yang bisa mencapai 30 jam perjalanan.

Hal ini diutarakan Camat Liukang Tangaya Sulaiman, menurutnya saat ini sudah sebulan tidak ada penjual beras di Lombok pasca terjadi gempa, akibatnya warga di lima pulau tersebut terpaksa harus menghemat berasnya hingga dua hari kedepan sambil menunggu bantuan beras sejahtera (rastra) dari Pemkab Pangkep.

"Sambil menunggu kiriman beras saat ini mereka saling berbagi dulu, karena akses untuk berbelanja ke pasar yang ada cuma di Lombok dan Sumbawa masih lumpuh total," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Pangkep Rustam Efendy Lubis yang dihubungi awak media menyebutkan, saat ini rastra sudah tersalurkan di lima pulau sejak kemarin. Kapal perintis itu sudah kesana kemarin khusus Pulau Tampaang dan empat pulau lainnya.

"Iya kemarin sore sudah disalurkan langsung di Dermaga Maccini Baji menuju lima pulau tersebut," ujarnya saat ditemui di Pangkajene, Selasa (29/8/2018).

Rustam Efendi Lubis menambahkan, secara regulasi penyaluran rastra dilakukan tiap sebulan sekali. Namun, mengingat wilayah kepulauan dengan kendala cuaca dan akses hal itu tak dilakukan.

“Memang terkadang pihak pemerintah kelurahan/desa diwilayah Kepulauan ini, lamban mengambilnya karena cuaca dan aksesnya,Sebanyak 38 ton 360 kilogram rastra telah terdistribusikan bagi lima desa yang berada di wilayah kepulauan Liukang Tangaya.”ujarnya.

Total penduduk di lima pulau tersebut yakni, pulau Tampaang 1.281 penduduk, pulau Sailus 2.560 penduduk, pulau Satanger 1.075 penduduk, pulau Kapoposang Bali 801 penduduk dan pulau Poleonro 814 penduduk.

Saat ini masih ada tiga kecamatan wilayah kepulauan yang belum mengambil rastranya. Tetapi, dari hasil koordinasi baik pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, akan segera dilakukan pendistribusian, sesuai kesiapan pemerintah desa dan kelurahan diwilayah itu.

Tiga kecamatan lainnya yakni Kecamatan Kalmas  dengan jatah rastra sebanyak 33 ton 790 kg mulai bulan April hingga Agustus. Kecamatan Tupabiring Utara sebanyak 22 ton jatah mulai Juli hingga Agustus. Kecamatan Tupabiring sebanyak 41 ton 580 kg jatah mulai Juli hingga Agustus. “Koordinasi kesiapan pihak pemerintah desa dan kelurahan ditiga wilayah kecamatan ini sudah ada, untuk tiga kecamatan ini segera kita salurkan,”jelasnya.

Stok rastra digudang Bulog Pangkep aman hingga 5 bulan kedepan. Dimana terdapat saat ini stok digudang Bulog sebanyak 1.200 ton. “Bulan berikutnya hingga lima bulan kedepan stok aman,”ucapnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "RAWAN PANGAN WARGA LIUKANG TANGAYA TERPAKSA HARUS BERBAGI BERAS"