Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

POTONG UANG SPP MAHASISWA, KADISDIK PANGKEP "DISEMPROT" BUPATI



Pemotongan Beasiswa SPP Gratis untuk mahasiswa Pangkep oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan rupanya berbuntut panjang, pasalnya keputusan tersebut rupanya diambil sepihak oleh Kadisdik Pangkep Muhammad Idris Sira tanpa memperhatikan Surat Keputusan Pembayaran Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) dan MoU Pihak Pemda dengan pihak Universitas di sulawesi selatan yang ditandatangani oleh oleh Bupati Pangkep H.Syamsuddin Hamid bulan Maret 2018 lalu,

Tentu saja hal ini membuat bupati Pangkep menjadi berang dan marah, apalagi program SPP gratis tersebut adalah program Andalan pemerintahan Syamsuddin Hamid yang selalu dibanggakannya pada setiap pertemuan formal dan informal baik dalam daerah maupun diluar daerah provinsi sulawesi selatan bahkan di tingkat nasional.

Bupati Pangkep H. Syamsuddin Hamid sangat menyayangkan adanya kebijakan sepihak yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Idris Sira dengan dalih anggaran tidak cukup, sehingga beasiswa mahasiswa dipotong bahkan ada yang ditarik kembali dan memblokir rekening para mahasiswa di BNI. Bupati Pangkep pencetus SPP Gratis bagi mahasiswa di Pangkep ini juga menolak alasan Disdik melakukan pemotongan karena jumlah mahasiswa penerima bertambah

"Itu tidak dibenarkan, nilai beasiswa yang diterima harus sesuai dengan SK dan tidak lagi ambil kebijakan sepihak seperti itu, Kalau pun bertambah penerima maka akan dikondisikan di anggaran perubahan, sebenarnya bantuan beasiswa ini akan ditambah nilainya manakala situasi anggaran memungkinkan" imbuhnya. Sabtu (4/8/2018)

Syamsuddin juga menegaskan program ini merupakan program andalan yang menjadi salahsatu visi misi pemkab. Melalui program ini setiap mahasiswa Pangkep mendapatkan beasiswa Rp2 juta pertahun yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK) bupati Bupati telah memberikan teguran keras kepada kadisdik Pangkep Muhammad Idris Sira atas kejadian ini. Seharusnya, kata Syamsuddin, Disdik harus berpedoman terhadap SK terkait hal itu.

“ini salah satu visi misi pemkab, saya sudah tegur kadis pendidikan. Saya perintahkan disdik untuk mengembalikan uang yang sudah dipotong. Nilai beasiswa yang diterima harus sesuai dengan SK dan tidak lagi ambil kebijakan sepihak seperti itu,” Pungkas Syamsuddin

Sementara itu Ketua IPPM Pangkep, Wahyu Rifki, mengungkapkan pemotongan sebesar Rp300 ribu yang dilakukan pada seluruh mahasiswa yang telah memasukkan proposal permohonan bantuan SPP gratis tersebut diduga untuk menutupi besaran jumlah pendaftar dan anggaran yang tersedia.

Namun ia menyebutkan, langkah itu menyalahi MoU yang telah ditandatangani pihak perguruan tinggi dan Disdik Pangkep. Dalam MoU itu disepakati bahwa setiap mahasiswa Pangkep mendapatkan beasiswa maksimal Rp2 juta atau minimal sesuai dengan besaran SPP.

Sebelumnya Ribuan mahasiswa Pangkep merasa kecewa berat terhadap sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang mengurangi Dana Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) Gratis tahun 2018 untuk semester pertama.tak tanggung tanggung pengurangan SPP Mahasiswa tersebut mencapai 300 Ribu per orang padahal Disdik Pangkep telah menaikkan anggaran SPP tersebut dari 5,1 miliar di tahun 2017 untuk 4.097 mahasiswa penerima SPP tahun 2017 lalu menjadi 6 Miliar di tahun 2018 ini.

(ADM-KP)
 

Posting Komentar untuk "POTONG UANG SPP MAHASISWA, KADISDIK PANGKEP "DISEMPROT" BUPATI"