Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MERIAHNYA LOMBA DAYUNG SAMPAN KHUSUS WANITA DI PULAU SABUTUNG


Sambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 , Komunitas Sekolah Perempuan pangkep menggelar perlombaan dayung  Sampan khusus Perempuan di Pelabuhan perahu nelayan tradisional Pulau Sabutung Desa Mattiro Kanja Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Jumat (17/8/2018)

Uniknya pesertanya di ikuti oleh ibu ibu rumah tangga peserta Sekolah Perempuan Pangkep semua, yang tersebar di kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan yakni dari Pulau Sabutung Desa Mattiro Kanja, Pulau Kolambing desa Mattiro Uleng, Pulau Satando Mattiro Baji dan Pulau Salemo desa Mattiro Bombang.

Perlombaan dayung sampan khusus Perempuan ini sengaja di gelar agar perempuan dituntut juga bisa berperan aktif dalam memeriahkan hari kemerdekaan dan termasuk kampanye Sekolah Perempuan Pangkep terhadap kesetaraan gender serta bentuk terimakasih dan rasa syukur kepada pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga merebut kemerdekaan dari penjajah pada tahun 1945.

"Ini agenda tahunan Sekolah Perempuan di moment perayaan hari kemerdekaan ini. Perempuan dituntut juga berperan aktif dalam memeriahkan hari kemerdekaan dan termasuk kampanye kami terhadap kesetaraan gender," kata Haniawati Staf Lapangan Program Sekolah Perempuan.

Satu, dua, tiga tarik, ayoo tarikkkkk ma..kamu bisa! Suara dukungan para suami turut memberikan semangat istrinya saat mengikuti lomba Dayung Sampan dalam rangka perayaan HUT RI ke-73 tersebut

Gelak tawa pun mewarnai aksi para ibu dengan gerakan bersusah payah mengayuh dayungnya sekaligus mempertahankan keseimbangan perahu agar bisa menang sampai garis finish. Terik matahari tidak menyurutkan semangat peserta,bahkan peserta makin terpacu adrenalinnya untuk mendayung sekuat tenaga mengalahkan lawan lawan dari pulau lain.

"Lomba ini diikuti puluhan ibu-ibu dari beberapa pulau di Kecamatan Tupabiring Utara, Point penting yang harus dilakukan peserta lomba dayung sampan ini adalah mengandalkan kecepatan kayuhan dayung dan keseimbangan sampan. Setiap sampan di isi 2 orang peserta dan mereka harus mendayung sekuat-kuatnya menuju garis finish. Ini juga bersifat hiburan bagi ibu-ibu di pulau. Meski mereka terbiasa mendayung tapi ada dari mereka gagal, sampai kehilangan keseimbangan menyebabkan sampan yang di naikinya terbalik" Terang Haniawati

Program Sekolah Perempuan Pangkep ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesetaraan gender dan mendorong pemberdayaan perempuan di pulau-pulau yang terpinggirkan. Program Sekolah Perempuan Pangkep ini sudah berjalan dua tahun dan diselenggarakan oleh  NGO dari Makassar.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "MERIAHNYA LOMBA DAYUNG SAMPAN KHUSUS WANITA DI PULAU SABUTUNG"