Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KAPOLRES: PERLU ADA JASA KONSELING UNTUK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI PANGKEP

Fenomena pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur layaknya gunung es di laut, terlihat dipermukaan sedikit sementara dibawahnya masih sangat banyak yang belum terungkap. adanya kasus pelecehan seksual terhadap anak bukan hanya mengakibatkan derita fisik tapi juga berdampak pada derita psikologis yang berujung pada tergoncangnya jiwa korban dan trauma berkepanjangan.

Untuk itu anak-anak korban kekerasan seksual membutuhkan layanan konseling untuk menentralisir dampak dari pelecehan seksual tersebut, Dengan layanan konseling yang diberikan mereka bisa mengembangkan potensi diri dari segala aspek kehidupan, dengan harapan suatu saat mereka bisa hidup normal dengan masa depan yang cerah.

Tidak semua jenis pelecehan seksual berakhir dengan hubungan seksual. Kesukaan seseorang dalam meraba, menggerayangi, mengintip dan masih banyak lagi bentuk lainnya itu sudah merupakan bentuk dari pelecehan seksual yang dapat mempengaruhi kondisi mental dan kesehatan fisik sang korban. Karenanya, penting bagi mereka untuk mendapat pertolongan dan dukungan yang tepat, seperti dengan konseling

Kasus pelecehan seksual yang menimpa anak dibawa umur di Pulau Kulambing, Desa Mattiro Uleng, Kecamatan Liukang Tupabiring, Rabu 15 Agustus, menambah deretan kasus pelecehan seksual pada anak yang membayangkannya saja sudah membuat para orang tua menjadi takut dan geram. Apalagi, pengaruhnya atas anak-anak bisa menghancurkan psiokososial, tumbuh dan berkembangnya di masa depan.

Menyikapi kasus yang ditanganinya, Kapolres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), AKBP Tulus Sinaga, S.IK sangat berharap hadirnya jasa konseling anak di kabupaten Pangkep yang hingga saat ini belum ada di kabupaten Pangkep.

Menurut AKBP Tulus Sinaga  efek dari kejadian yang dialami korban seksual khususnya bagi anak dibawah umur sangatlah berdampak pada psikologis korbannya. Mentalnya akan terganggu, jika tidak secepatnya ditangani oleh orang yang paham dengan fisiskologis anak.

Hal itu, setelah melihat dampak psikologis anak dibawa umur yang menjadi korban pelecehan yang terjadi di wilayah hukum Polres Pangkep. Namun, sangat disayangkan di daerah ini kita belum memiliki jasa konseling tersebut.

” Bukan hanya jeratan hukum yang dikedepankan bagi pelaku, melainkan harus menangani pula psikologis anak yang menjadi korban. Anak seusia korban, rekaman ingatannya sangat kuat. Olehnya itu mestinya direhab dan ditangani oleh ahli psikologi,”ungkapnya

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "KAPOLRES: PERLU ADA JASA KONSELING UNTUK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI PANGKEP"