Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DUH, SEBANYAK 800 PASUTRI DI PANGKEP BELUM MEMILIKI BUKU NIKAH


Pengadilan Agama Negeri Pangkajene kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mencatat sebanyak 800 pasangan suami istri (pasutri) tidak terdata di Kantor Pengadilan Agama. Dengan demikian, pernikahan mereka pun belum dilengkapi dengan kepemilikan buku nikah.

Panitera Pengganti Pengadilan Agama Pangkajene Pangkep, Muhammad Fajar Arif menjelaskan, dari hasil pendataan awal yang dilakukan, pihaknya mencatat sebanyak 800 pasutri belum memiliki buku nikah. Data tersebut diperoleh dari pendataan terhadap status perkawinan warga Kabupaten Pangkep yang tersebar di 13 kecamatan Daratan Kepulauan dan Pegunungan kabupaten Pangkep.

"Jadi kalau pulau ada sekitar 150 pasang tersebar disana. Ada pulau Gondong Bali itu 6 pasang dan pulau Sabutung 50 pasang, untuk wilayah pegunungan kecamatan Tondong Tallasa terdapat 20 pasang, Jadi sisanya itu dari 800 an tersebar di wilayah daratan Pangkep belum punya buku nikah dan akan dibuatkan buku nikah," Ungkap Panitera Pengganti Pengadilan Agama Pangkajene Pangkep, Muhammad

Dia menambahkan, agi yang belum terdata pihaknya dibantu koordinator tiap kecamatan dan koordinator tiap desa.

"Mereka yang belum memiliki buku nikah tentu dibantu oleh koordinator kami di tiap kecamatan dan desa. Mereka melapor kalau ada pasangan belum punya buku nikah terus kita verifikasi berkasnya," jelasnya.

Mereka yang belum punya buku nikah terlebih dahulu akan diisbat dan dikroscek kebenarannya dengan menghadirkan 2 orang saksi dan pembuatan buku nikah sesuai syarat rukun nikah dalam aturan undang-undang.



Luasnya daerah kepulauan Pangkep, disinyalir sebagai salah satu penyebab banyaknya masyarakat Pangkep yang hingga kini belum memiliki buku nikah. Selain itu, pernikahan yang semestinya dilakukan dihadapan penghulu, kadang hanya dilaksanakan di depan imam, dan tidak langsung tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Sekedar diketahui itsbat nikah adalah cara yang dapat ditempuh oleh pasangan suami istri yang telah melangsungkan perkawinan menurut hukum agama (perkawinan siri). Namun, lantaran statusnya hanya sah secara agama, Pegawai Pencatat Nikah tidak dapat menerbitkan Akta Nikah atas perkawinan siri. Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI),“Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, dapat diajukan itsbat nikah-nya ke Pengadilan Agama”.

Jadi, itsbat nikah diajukan dalam rangka mendapatkan pengakuan dari negara atas perkawinan yang statusnya hanya sah menurut agama sehingga perkawinan tersebut berkekuatan hukum.

Dengan mengajukan itsbat nikah, maka pasangan suami-istri yang melakukan perkawinan siri akan mendapatkan akta nikah yang kedudukannya sebagai bukti adanya perkawinan tersebut dan jaminan bagi suami atau istri serta melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Hak anak yang dimaksud antara lain akta kelahiran, warisan, dan lain-lain.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "DUH, SEBANYAK 800 PASUTRI DI PANGKEP BELUM MEMILIKI BUKU NIKAH"