Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DITUDING KEDAPATAN MEROKOK, AYAH REZKY BILANG ITU ADALAH FITNAH

Raut Wajah kesedihan tak dapat disembunyikan saat ke 3 Anggota Paskibraka inti ini di keluarkan secara tiba-tiba oleh Panitia
 Kisruh dikeluarkannya 3 anggota Paskibraka inti Pengibaran bendera saat detik deik upacara HUT kemerdekaan RI ke-73 rupanya langsung ditanggapi oleh Koordinator pelatih Paskibraka Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Koordinator Pelatih Paskibra Kapten ARM Tamrin angkat bicara. Ia menjelaskan, tiga orang anggota paskibra yaitu Resky Mansyur, Nurul Aulia, dan Farah Fadilah Yusri dikeluarkan berdasarkan riwayat kepelatihan sejak yang dilaksanakan sejak 23 Juli lalu.

Thamrin dengan gamblang menyebutkan bahwa Dua anggota perempuan yaitu Nurul Aulia, dan Farah Fadilah dikeluarkan berdasarkan riwayat kesehatan. Sejak mengikuti latihan fisik dan mental paskibra, keduanya kerap pingsan. Bahkan Lili sapaan Nurul Aulia, diungkap Tamrin, hampir tiap hari pingsan. Tamrin mengaku beberapa kali meminta agar dia tidak usah datang lagi namun siswi SMA itu mengaku disuruh ikut oleh orang tuanya.

“Lili itu hampir tiap hari pingsan. Rara (Farah Fadilah Yusri) juga seperti itu. Saya sering suruh untuk istirahat (dari paskibra) tapi besoknya datang lagi. Mereka bahkan diantar sama orangtuanya untuk ikut latihan,” ungkap Tamrin, Sabtu (18/8/2018).
Koordinator Pelatih Paskibra Pangkep 2018, Kapten ARM Tamrin (baju merah) bersama Kadispora Pangkep Siswanto Djalil
Thamrin juga menerangkan jika sampai empat hari sebelum peringatan kemerdekaan, Lili masih pingsan saat latihan. Ia menyayangkan orangtua yang terkesan memaksakan kondisi anaknya untuk tetap menjadi paskibra.

“Kami punya catatan riwayat kepelatihan, bagaimana kondisi mereka. Kami khawatir kalau diikutkan di hari H bisa repot kami semua,” lanjutnya.

Sementara untuk Rezky Mansur, kata Tamrin yang juga Komandan Koramil Minasatene ini menyebutkan jika Rezky sering melakukan pelanggaran selama karantina. Rezky diketahui sering begadang dan menyimpan ponsel.

“Rezky sering begadang sampai jam 02.00 dinihari, menyimpan handphone dan pernah kedapatan merokok sama pelatihnya. Anak ini tidak fokus selama latihan,” ujarnya.


Meski begitu, ketiganya tetap diikutkan dalam upacara penurunan bendera pada sore hari. Tamrin mengatakan, dengan berbagai pertimbangan yang dia sebutkan mereka diikutkan upacara sore karena tingkat kerawanannya lebih ringan dibanding upacara pengibaran bendera. Ia menegaskan siap bertanggungjawab atas keputusan tersebut. Ia juga membantah jika ketiga anak itu stres karena peristiwa ini.

“Mereka datang kok waktu upacara penurunan bendera, mereka terima keputusan ini. Sampai tadi pagi upacara penyerahan kembali paskibara dari pelatih ke Dispora semua datang dan mereka baik-baik saja,” tegasnya.

Ditempat terpisah Mansyur Orang tua Rezky menyayangkan pernyataan Pelatih anaknya tersebut yang menyebutkan Rezky kedapatan merokok, mansyur menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah sebab anaknya tersebut selama ini tidak pernah merokok, namun demikian mansyur mengakui sehari sebelumnya saat selesai pengukuhan dirinya memang memberikan handphone kepada anaknya untuk komunikasi kalau kalau ada keperluan mendesak untuk persiapan paskibraka esok.

"sebenarnya kami sudah ingin melupakan permasalahan ini dan mengikhlaskannya saja, namun tudingan bahwa anak saya kedapatan merokok adalah fitnah, anak saya tidak pernah merokok selama ini, tolong jangan membuat cerita baru untuk sebuah pembenaran yang tidak masuk akal" ujarnya.

Mansyur sangat kecewa dengan tudingan merokok tersebut sebab hal tersebut justru akan menimbulkan permasalahan baru, mengingat anaknya adalah siswa SMA dimana aturan dalam sekolah siswa tidak boleh merokok.

"saya mohon jangan membuat permasalahan baru dengan tudingan merokok kepada anak saya, apalagi anak saya siswa SMA 1 Pangkajene dimana aturan anak sekolah tidak boleh merokok, kalau memang anak saya bersalah kenapa tidak sebelumnya ia dikeluarkan saja sebelum anak saya dikukuhkan, dan kenapa mesti dilapangan ia diminta keluar dari barisan pasukan bendera, harusya dikeluarkan memangmi supaya anak saya tersebut tidak merasa kecewa dan shock" tuturnya dengan nada kecewa.

Sementara itu Rezky yang di konfirmasi di rumahnya menolak disebut bahwa dirinya kedapatan merokok, namun demikian ia mengakui ia sempat ditegur karena menggunakan HP sehari sebelum acara pengibaran bendera seusai pengukuhan paskibraka tersebut.

"Bukan saya yang kedapatan merokok, tapi teman saya, saya hanya ditegur karena memakai HP yang diberikan kakakku malam itu, harusnya temanku yang kedapatan merokok itu juga diberi sanksi." Pungkasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "DITUDING KEDAPATAN MEROKOK, AYAH REZKY BILANG ITU ADALAH FITNAH "