Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DISPEN PANGKEP: BARU TAHU DI PULAU DEWAKANG ADA PERTANIAN PADI


Potensi lahan pertanian di Pulau Dewakang Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang bisa kembangkan sekitar 7 hektar diharapkan menjadi penopan persediaan pangang dikepulauan terjauh kabupaten Pangkep tersebut yang mata pencaharian warganya sebagian besar sebagai nelayan. harapan tersebut sudah mulai memperlihatkan titik terang setelah warga pulau Dewakang yang di koordinir oleh kepala desanya berhasil memproduksi padi gabah sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2018 sekarang.

Warga pulau Dewakang mampu membuktikan bahwa dipulau juga bisa dikembangkan pertanian padi sebagai sumber penopang pangan warga setempat yang selama ini dianggap mustahil untuk bisa menumbuhkan tanaman padi di pulau tersebut, sehingga nuntuk memenuhi kebutuhan pokoknya tersebut Masyarakat kecamatan liukang kalmas yang berbatasan dengan kalimantan tersebut terpaksa harus menempuh perjalanan 16 sampai 24 jam hanya untuk membeli beras di makassar.

Meski hanya dengan berbekal ilmu pertanian seadanya dan peralatan pertanian seadanya tanpa menggunakan pupuk pertanian semangat masyarakat pulau Dewakang untuk mengatasi krisis pangan di pulau tersebut patut di acungi jempol dan disuppor oleh pemerintah daerah kabupaten pangkep. Permintaan mereka tak banyak mereka hanya membutuhkan Penyuluh pertanian yang dapat mengedukasi warga setempat.

"Kita sudah uji coba tahun lalu, alhamdulillah berhasil meski tanpa alat dan pupuk penunjang. Tahun lalu kita uji coba di Pulau Dewakang Lompo, kualitas padinya juga baik, meski produksinya masih terbilang sedikit. Tapi, kedepan kita akan fokus kembangkan lebih luas lagi. Saat ini, kita butuh penyuluh pertanian, alat pertanian dan pupuk pertanian untuk mengembangkan pertanian di pulau dewakang. Dimana saat ini, warga kami belum mengetahui persis bagaimana bercocok tanam padi, hanya sebatas pengetahuan dasar saja,yang tentunya hasilnya yang kurang maksimal.” ungkap Amrullah Kepala Desa Dewakang.



Menanggapi potensi pertanian pangan di wilayah kepulauan terjauh Kabupaten Pangkep tersebut, Bidang penyuluhan pertanian Dinas Pertanian (Dispen) Kabupaten Pangkep, mengaku baru mengetahui adanya aktivitas pertanian pangan padi di wilayah Liukang Kalmas, apalagi diwilayah tersebut dianggap selama ini sangat mustahil tumbuh tanaman padi. Namun, demikian pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat untuk kemudian dilakukan pembinaan terhadap petani sawah di wilayah itu.

“Insya Allah, kita akan lakukan koordinasi dengan pemerintah desa diwilayah itu. Ini berita sangat baik, tentunya kita selaku penyuluh akan turun kelapangan melihat potensi itu, dan membina petani disana,” ujar Kabid Penyuluhan pertanian, Dinas Pertanian, Kamiruddin, Senin (13/8/2018).


Namun demikian, pihaknya juga mengaku saat ini kekurangan penyuluh. Dimana, penyuluh pertanian yang ada saat ini, hanya sebanyak 55 orang, terbagi dari tenaga THL sebanyak 16 orang, PNS sebanyak 39 orang. Ia pun berharap, melalui dinas Kepegawaian untuk menambahkan kuota penerimaan tenaga penyuluh pertanian. Dimana, pihaknya telah berkali-kali mengusulkan penambahan tenaga penyuluh.

“Bayangkan untuk wilayah kepulauan itu, setiap kecamatan hanya terdapat 1 orang penyuluh. Dimana, luas wilayah kepulauan sendiri sangat luas dengan jarak, akses yang cukup jauh. Sementara untuk wilayah kepulauan terluar Kecamatan Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas hanya 1 orang tenaga penyuluh yang ditempatkan. Lantaran, kita kekurangan penyuluh. diwilayah daratan saja, terdapat 1 tenaga penyuluh menangani 3 wilayah desa,”ungkapnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "DISPEN PANGKEP: BARU TAHU DI PULAU DEWAKANG ADA PERTANIAN PADI"