Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DIDUGA KESALAHAN PROSEDUR, RIFKY MENINGGAL USAI DISUNTIK VAKSIN MR


Kematian Rifky Murid TK Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) usai dilakukan suntik vaksin MR disekolahnya sontak menjadi sorotan publik di kabupate Pangkep, pasalnya setelah di vaksin tubuh Rifky langsung lemas, kulit melepuh dan menghitam, serta suhu panas yang meningkat. 

“Anak ini dirujuk ke RSUD Pangkep dua hari sebelum Iduladha. Awalnya memang rifky ini mengalami demam, belum pulih betul dia ke sekolah. Di Sekolahnya itu dia dapat suntik vaksin, tanpa pemberitahuan ke orang tuanya terlebih dahulu. Setelah disuntik kondisinya langsung memburuk, jadi dibawa ke puskesmas pulau,” beber, keluarganya, Wirda yang ikut mengantar jenazah Rifky

Dari fakta tersebut di atas, diduga ada kesalahan prosedur dalam pemberian vaksin MR yang berbahan dasar babi tersebut, dimana pihak sekolah tidak memberitahukan kepada pihak orang tua perihal akan dilakukannya pemberian suntik vaksin pada muridnya (Rifky) padahal sesuai prosedur yang berlaku sebelum di suntik vaksin, pihak sekolah harus memberikan surat pemberitahuan kepada orang tua perihal riwayat penyakit anak didiknya. namun hal itu rupanya tak di lakukan oleh pihak sekolah

Selain itu pihak dari Dinas kesehatan Pangkep yang memberikan vaksin tidak memeriksa terlebih dahulu kondisi anak yang akan disuntik vaksin apakah ia deman flu dan batuk, karena hal tersebut justru akan berakibat fatal bagi kondisi kesehatan anak. Prosedur pemberian vaksin MR ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, M Subuh. saat diwawancarai awak media.

"Imunisasi adalah tindakan medis. Pada saat anak diberikan imunisasi adalah pelayanan individu. Dalam ranah pelayanan medis sebelum melakukan sesuatu harus ada pengamatan secara umum," kata M.Subuh di kantor Kemenkes RI di Jakarta

Sementara itu Ahli neurologi anak RSCM Jakarta, Irawan Magunatmadja mengemukakan Sebelum melakukan suntikan imunisasi, tim tenaga medis juga akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memberikan suntikan imunisasi MR. Sehingga bukan asal suntik saja, melainkan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak.

"Prosedur pemberian vaksin MR tim medis harus Pastikan anak tidak demam, tidak sedang batuk flu, tidak ada gejala-gejala lain, Jika anak memang sakit waktu imunisasi bisa ditunda, anak sehat artinya dalam satu-dua minggu tidak sakit". terang Irawan.Ahli neurologi anak RSCM Jakarta

Sebelumnya diberitakan Seorang murid TK asal Pulau Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupabiring, Rifky meninggal dunia usai menjalani perawatan insentif di ruang Isolasi RSUD Pangkep, Jumat malam (24/8/2018).

Di Sekolahnya itu Rifky  yang sedang demam mendapatkan suntik vaksin, tanpa pemberitahuan ke orang tuanya terlebih dahulu. Setelah disuntik kondisinya langsung memburuk, lalu dibawa ke puskesmas pulau, kemudian di rujuk ke RSUD hingga akhirnya Rifky menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Pangkep.

(ADM_KP)

Posting Komentar untuk "DIDUGA KESALAHAN PROSEDUR, RIFKY MENINGGAL USAI DISUNTIK VAKSIN MR"