Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DEMO DI KANTOR BUPATI, RATUSAN MAHASISWA IPPM PANGKEP DI "ACUHKAN"



Setelah mendemo kantor DPRD Pangkep dan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Pangkep Senin (6/8/2018) siang kemarin, hari ini kembali ratusan mahasiswa asal Pangkep yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep melakukan lagi aksi demo di depan Kantor Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, Selasa (7/8/2018).

Tuntutan mahasiswa IPPM tersebut masih menyoal masalah pemotongan Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) yang dilakukan Disdik Pangkep secara sepihak dan ketidak transparanan Disdik Pangkep dalam mengelola Anggaran SPP Gratis mahasiswa tersebut.


Terlebih lagi Sikap Kadisdik Pangkep Muhammad Idris Sira yang tidak mau memperlihatkan Daftar Penerima SPP Mahasiswa tahun 2018. padahal di tahun 2017 lalu Disdik dengan terang-terangan memajang Daftar Nama Penerima SPP Mahasiswa tersebut. tentu saja hal ini mengundang kecurigaan dikalangan mahasiswa.

Pantauan awak media Ratusan mahasiswa tersebut mahasiswa melakukan aksi Demonstrasi di halaman kantor Bupati Pangkep dengan membawa sejumlah spanduk yang berisi berbagai kalimat aspirasi seperti, Transparansi Mahasiswa Tolak Pengurangan Beasiswa, Menolak Keras Penggerus Beasiswa, Usir Tikus- tikus Berdasi Kabupaten Pangkep. Bahkan ada tulisan yang meminta Kadisdik dicopot.

Selain itu mahasiswa juga melakukan aksi teatrikal dan pembacaan puisi tentang bobroknya sistem pengelolaan pendidikan dipangkep, dan melakukan orasi dengan beberapa tuntutan kepada Pemkab Pangkep terkait Pemotongan SPP Mahasiswa tersebut. Serta beberapa pegawai Pemkab Pangkep langsung keluar untuk melihat aksi demo.

Beberapa tuntutan aspirasi yang mereka teriakkan yakni terkait MOU yang dibangun pemerintah dengan instansi terkait tidak jelas, penyalahgunaan wewenang oleh Disdik, menolak keras adanya pengurangan, mendesak Disdik memberikan data penerima beasiswa periode ketiga, putuskan kontrak dengan bank BNI dan terduga adanya deposit di bank yang terkait.

Koordinator Lapangan, Muhammad Ridwan mengatakan kedatangan ratusan mahasiswa IPPM Pangkep untuk bertemu Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid. Mereka berteriak dan meminta Bupati dan kepala dinas untuk keluar dari Kantor Bupati Pangkep dan menemui mahasiswa.

"Tolong pak kita ingin tahu data penerima SPP gratis berapa dan kita ingin Disdik transparansi soal dana ini," ujarnya dalam orasi tersebut.

Namun hingga berakhirnya demo, mahasiswa IPPM tersebut harus merasa Kecewa karena tidak satupun pejabat Pemkab Pangkep yang mau menemui mereka. Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid sedang keluar kota dan Wakil Bupati Pangkep sedang menghadiri suatu acara. Sedangkan Assisten 1 dan 2 serta kepala satpol PP Pangkep yang ingin menemui pendemo ditolak oleh Mahasiswa. 


Sebagaimana diketahui Beasiswa gratis yang merupakan program Andalan Pemkab Pangkep untuk pembayaran SPP perguruan tinggi ini memiliki besaran Rp 2 juta kepada setiap mahasiswa asal Pangkep yang menempuh pendidikan diberbagai Perguruan tinggi. dan telah dilakukan penandatanganan MoU antara pihak kampus dan Pemkab Pangkep

Namun dalam perjalanan bantuan Uang kuliah tunggal (UKT) tidak sebesar dari nilai yang tercantum dalam SK Bupati bahwa setiap mahasiswa diberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2 juta per semester dan sudah pernah diterima pada tahun 2017 lalu. 


Dalam perjalanannya di tahun 2018 ini pihak Disdik Pangkep melakukan tindakan sepihak dengan melakukan pemangkasan SPP Mahasiswa tersebut, sebab yang diterima mahasiswa berpariasi mulai Rp.700 Ribu hingga Rp1.700 Ribu sesuai jumlah SPP Mahasiswa yang dibayarkan dikampusnya tersebut Pemotongan inilah yang ikut ditolak dan memicu kemarahan para mahasiswa.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "DEMO DI KANTOR BUPATI, RATUSAN MAHASISWA IPPM PANGKEP DI "ACUHKAN" "