Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ASTAGUFIRULLAH, ALASAN DARURAT MUI HALALKAN VAKSIN MR YANG MENGANDUNG BABI

 

Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kandungan vaksin MR.

“LPPOM sudah melakukan pemeriksaan. Sementara ini ditemukan ada unsur babi dan organ manusia. Hasilnya seperti itu, kami kontak terus dengan MUI Pusat,” ujarnya Minggu (19/8/2018) sore.

Namun Demikian karena di anggap darurat MUI tetap memperbolehkan pemakaian Vaksin tersebut sampai ditemukan vaksin baru yang berbahan halal. Berikut Fatwa yang diterbitkan MUI soal Vaksin Measles Rubella (MR) setelah Rapat Pleno pada Senin (20/8/2018) malam di kantor MUI Pusat Jakarta.

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor : 33 Tahun 2018
Tentang PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI


Dengan bertawakkal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN

Menetapkan : FATWA TENTANG PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI
Pertama : Ketentuan Hukum

1. Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.
2. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.
3. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini, dibolehkan (mubah) karena :

a. Ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah)
b. Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci
c. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.
4. Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Kedua : Rekomendasi

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.
2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.
4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.
Ketiga : Ketentuan Penutup
1. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
2. Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya,

menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 08 Dzulhijjah 1439 H
20 Agustus 2018 M

Komisi Fatwa MUI
Prof DR H Hasanuddin AF, MA

Ketua
DR H Asroru Ni'am Sholeh, MA

Sementara itu Ketua FPI (Front Pembela Islam) Cabang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berpendapat bahwa Vaksin MR belum bisa di kategorikan sebagai hal yang darurat mengingat hal tersebut belum terjadi penyakit Campak dalam kejadian luar biasa sehingga vaksin MR masih dalam kategori Haram

"Orang terdahulu juga tidak memakai vaksin MR toh sehat sehat saja, tingkat kejadian luar biasa pada penyakit Campak di indonesia khususnya Pangkep, juga tidak ada, jadi apanya yang mau disebut sebagai kejadian darurat. jelas vaksin MR ini haram bagi saya" Pungkasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "ASTAGUFIRULLAH, ALASAN DARURAT MUI HALALKAN VAKSIN MR YANG MENGANDUNG BABI"