Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

19 PASANGAN SUAMI ISTRI NIKAH SIRI DI PANGKEP JALANI SIDANG ISBAT NIKAH


Pemerintah Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bersama Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangkep menggelar Sidang Isbat Nikah Terpadu di kantor camat Bungoro, Jumat (3/8/2018). Sebanyak 19 Pasangan Suami Istri (Pasutri) nikah siri mengikuti proses sidang isbat tersebut. Sehingga mereka memiliki akta nikah dan sah di mata negara.

Pantauan awak media, sejumlah pasutri tersebut mengikuti urutan, mulai dari pendaftaran, mengikuti sidang, hingga memperoleh buku nikah. Saat di depan persidangan, para pasutri ditanya tentang proses pernikahan terdahulunya. Apakah ada saksi, wali bahkan hingga pengucapan akad nikahnya.

Panitera Pengganti Pengadilan Agama Pangkajene Pangkep, Muhammad Fajar Arif mengatakan sidang isbat terpadu ini gratis untuk 19 pasang suami istri yang belum memiliki buku nikah.

"Khusus pengadian agama ada 19 pasang yang memang sama sekali tidak mempunyai buku nikah yang disebabkan banyak faktor beragam seperti mereka tidak melapor ke Kantor Urusa Agama (KUA), KUA lalai mencatatkan pasangan yang belum nikah dan mereka yang kurang mampu membayar biaya buku nikah," ujarnya.

Mereka yang diisbat hari ini sama dengan mereka yang nikah siri tapi yang betul-betul menikah tidak memiliki masalah dengan pihak ketiga. Fajar menerangkan beberapa alasan sehingga pernikahan siri tidak sah yakni saat melakukan akad tidak ada saksi, tidak ada wali yang sah dan masih berstatus kawin.

"Kita tidak isbatkan mereka yang masih ada istri kedua, terus poliandri. Gunanya persidangan isbat ini kroscek apakah betul dia tidak poligami dan kita datangkan saksi 2 orang serta harus menenuhi syarat rukun nikah, Kalau tidak memenuhi syarat, maka kami tidak bisa melakukan sidang isbat" ungkapnya.

Para pasangan suaami istri ini langsung diterbitkan buku nikahnya oleh Pengadilan Agama Pangkep secara gratis seperti ketika menikah di balai nikah. Umur mereka yang diisbat di kantor kecamatan bungoro tersebut pasangan paling muda 45 tahun hingga 70 tahun.

Sidang isbat menurut Fajar adalah bentuk kehadiran negara dalam menyelesaikan masalah pernikahan yang menyangkut kepentingan orang banyak. Kepala Kemenag Brebes, Mahrus, menjelaskan pasutri yang bisa menjalani sidang isbat adalah mereka yang memenuhi syarat. Di antaranya sudah menikah secara agama dengan ketentuan rukun nikah yang sudah dipenuhi.

"Yang sekarang menjalani sidang dan mendapatkan buku nikah, mereka yang awalnya sudah menikah sesuai syariat Islam. Namun tidak memiliki legalitas atau buku nikah karena nikah siri. Itsbat nikah tidak hanya untuk kepentingan pencatatan pernikahan, tetapi sangat penting juga untuk melindungi anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut," terangnya.

Diketahui IIsbat nikah adalah cara yang dapat ditempuh oleh pasangan suami istri yang telah melangsungkan perkawinan menurut hukum agama (perkawinan siri). Namun, lantaran statusnya hanya sah secara agama, Pegawai Pencatat Nikah tidak dapat menerbitkan Akta Nikah atas perkawinan siri. Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI),“Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, dapat diajukan itsbat nikah-nya ke Pengadilan Agama”.

Jadi, itsbat nikah diajukan dalam rangka mendapatkan pengakuan dari negara atas perkawinan yang statusnya hanya sah menurut agama sehingga perkawinan tersebut berkekuatan hukum.

Dengan mengajukan itsbat nikah, maka pasangan suami-istri yang melakukan perkawinan siri akan mendapatkan akta nikah yang kedudukannya sebagai bukti adanya perkawinan tersebut dan jaminan bagi suami atau istri serta melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Hak anak yang dimaksud antara lain akta kelahiran, warisan, dan lain-lain.

Syarat-syarat mengajukan permohonan itsbat nikah

Permohonan itsbat nikah hanya dapat diajukan melalui Pengadilan Agama setempat, bukan melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Adapun yang berhak mengajukan permohonan istbat nikah ialah pihak suami atau istri, anak-anak mereka, wali nikah dan pihak yang berkepentingan dengan perkawinan itu. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk mengajukan itsbat nikah :

1. Menyerahkan Surat Permohonan Itsbat Nikah kepada Pengadilan Agama setempat;

2. Surat keterangan dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat yang menyatakan bahwa perkawinan tersebut belum dicatatkan;

3. Surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah yang menerangkan bahwa Pemohon telah menikah;

4. Foto Copy KTP pemohon Itsbat Nikah;

5. Membayar biaya perkara;

6. Lain-lain yang akan ditentukan hakim dalam persidangan.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "19 PASANGAN SUAMI ISTRI NIKAH SIRI DI PANGKEP JALANI SIDANG ISBAT NIKAH"