Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEJUMLAH FRAKSI DPRD PANGKEP SOROT PROYEK PUJASERA YANG TAK SELESAI

Pujasera Eks Terminal Lama Yang Pembangunannya Tak Kunjung Selesai

Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep kembali menyoroti persoalan pembangunan Pujasera eks terminal lama yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Dalam rapat paripurna DPRD Pangkep dengan agenda mendengarkan pandangan umum fraksi tentang Ranperda APBD Perubahan tahun 2018, secara bergantian, juru bicara masing-masing fraksi membacakan pandangannya. di gedung rapat DPRD kabupaten Pangkep (24/7/2018)

Pujasera (Pusat Jajanan Murah Dan Sederhana) yang di bangun  sejak tahun 2015 dimana DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) telah mengeluarkan biaya hingga Milyaran rupiah melalui APBD Kabupaten Pangkep dalam 3 (dua) tahap ditahun 2015-2016 dan tahun 2018 ini

Tiga fraksi yang memyampaikan pandangan terhadap LKPJ Bupati Pangkep TA 2017, menyorot lambannya pembangunan beberapa proyek di Pangkep. Diataranya pusat jajanan serba ada (Pujasera) yang hingga kini belum juga rampung.

Sebagaimana disampaikan fraksi Gerindra, dimana pembangunan pujasera yang menurut fraksi sudah berjalan sekitar 3 tahun, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan selesai.

Hal tersebut juga diamini fraksi PKB dan Golkar, yang juga meminta Pemkab segera menyelesaikan proyek pembangunan pujasera yang dinilainya sudah sangat lama.

"Saran, proyek segera dikerjakan," ujar juru bicara fraksi PKB, Rahmat Hidayat, Selasa (24/7/2018)

Sekedar diketahiui Lokasi Pujasera yang berlokasi diterminal lama Kabupaten Pangkep pembangunan pelaksanaan pada tahap I sebatas strutur memakai kolom di anggarankan 900 juta lebih dan pembangunan tahap II juga dengan struktur memakai baja berat dengan anggaran Rp 900 juta lebih hingga penghujung Tahun 2016 hingga saat ini 2108 pembangunannya jalan ditempat tidak rampung hanya sebatas pembangunan struktur.

Menanggapi masukan beberapa fraksi DPRD Pangkep tersebut, Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid menegaskan, bahwa seluruh anggaran yang disetujui anggota dewan telah dilaksanakan dengan baik. Sebagai ukuran adalah predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK.

"Yang jelas uang yang Bapak/Ibu setujui sudah dilaksanakan dengan baik. Kalau tidak, tidak mungkin kita dapat WTP," ungkap Syamsuddin.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "SEJUMLAH FRAKSI DPRD PANGKEP SOROT PROYEK PUJASERA YANG TAK SELESAI"