Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PELAKU KASUS PUNGLI DACIL GTK DISDIK PANGKEP MEMUNGKINAN BERTAMBAH


Kepolisian Ressort (Polres) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus serius mendalami pengungkapan pihak lain kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum pejabat Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berinisial HSN dengan terus melakukan pengumpulan bukti bukti terkait serta pemeriksaan terhadap sepuluh orang guru dan beberapa orang staf bidan GTK sebagai saksi.

Penyidik Reskrim Polres Pangkep sudah periksa 10 orang guru sebagai saksi terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Bidang Guru dan Staf Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep.

"Iya kita sudah periksa 10 orang saksi. Ada 7 orang guru yang mengakui kalau dia sering memberi tersangka uang jika Dacilnya sudah cair dan ada 2 orang yang tidak mengakui. Kita juga periksa 1 orang staf," kata Kasatreskrim Polres Pangkep, Iptu Deni Eko Prasetyo di ruang kerjanya Mapolres Pangkep, Senin (23/7/2018).

Berdasarkan semua pengakuan saksi yang telah diperiksa, mereka menyebut tidak menentukan besaran hadiah yang diberikan. Modusnya, guru-guru penerima Dacil menyetor foto copy rekening bersama dengan pemberian hadiah kepada HSN, Saat penyerahan foto copy buku rekening ini, para guru pun menyerahkan sejumlah uang dengan dalih sebagai hadiah untuk HSN selaku kepala bidang yang menangani Dacil.

Jumlah penerima tunjangan Dacil tahun 2017 sebanyak 75 orang dan tahun 2018 sebanyak 85 orang guru. Saat ini sudah ada 13 foto copy rekening penerima yang disita langsung penyidik Polres Pangkep. Deni belum memastikan sudah berapa lama terjadi proses pemberian hadiah tersebut diberikan untuk tersangka Husnawaty.

"Pemberian hadiahnya belum kita tahu, apakah pencairan tahun 2017 atau sudah masuk pencairan 2018. Kita masih terus berusaha hadirkan saksi-saksi yang terlibat di pencairan tahun 2017Dalam hal ini tentu ada juga guru yang ikhlas dan ada juga yang memberikan dalam keadaan terpaksa," ujarnya.

Sementara itu Salah seorang terperiksa staf bidang GTK yang berinisial B. Dari data yang diperoleh dari sembilan orang yang diperiksa, B diketahui berperan dalam penentuan nama-nama guru calon penerima tunjangan dacil sebelum dikirim ke pusat. 


Penyidikan juga bukan cuma menyelidiki terkait dana dacil tapi juga dana sertifikasi guru yang pengusulan namanya melalui bidang GTK.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pangkep, Iptu Deni Eko Prasetyo mengatakan peluang bertambahnya jumlah tersangka dalam kasus ini sangat memungkinkan.

“Masih memungkinkan bertambah, mungkin juga hanya satu. Ini masih terus kami dalami,” kata Deni, Senin 23 Juli 2018.

Ia juga memastikan akan memanggil Kepala Disdik Pangkep Muhammad Idris Sira untuk dimintai keterangan. Idris akan dimintai keterangan selaku pimpinan langsung tersangka.

“Kita kumpulkan dulu semua keterangan, kita perkuat datanya untuk dijadikan pemeriksaan kadisnya. Untuk jadwal panggilan kadis, kita upayakan secepatnya,” ucap Deni. Kasis dugaan pungli tunjangan guru dacil terungkap setelah polisi melalukan OTT di kantor Disdik Pangkep Selasa pekan lalu.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "PELAKU KASUS PUNGLI DACIL GTK DISDIK PANGKEP MEMUNGKINAN BERTAMBAH"