Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MINTA UPETI UANG DACIL GURU, KABID GTK DIKNAS PANGKEP DICIDUK POLISI



Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pangkep berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap salah seorang oknum pejabat ASN dilingkup Dinas Pendidikan (Disdik) pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) saat menerima Upeti Dacil, Selasa 17 Juli, 2018 kemarin. Pelaku diketahui berinisial HSN yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep.

HSN tertankap tangan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pangkep di ruanganya di kantor Diknas Pangkep, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep saat HSN menerima upeti dari tunjangan guru Dacil dari tangan seorang guru berinisial (JM) Kepala Sekolah SDN 14 Pulau Masalima Kecamatan Liukang Kalmas.

Kejadian berawal saat tim Tipikor Polres Pangkep menerima laporan dari masyarakat atas keresahan para guru pulau terpencil yang diwajibkan menyetor sejumlah uang saat Dana Dacil tersebut cair direkening para guru pulau terpencil tersebut, antara Rp700 ribu sampai satu juta rupiah, tergantung berapa dana Dacil yang masuk kerekening para guru tersebut.

Dari informasi yang dihimpun awak media ke beberapa guru pulau terpencil terungkap keresahan guru ini sudah lama terjadi, sebab mau tidak mau mereka terpaksa harus memberikan upeti tersebut karena takut hak dacil mereka tidak di usulkan untuk penerimaan dacil berikutnya. sehingga saat para guru pulau terpencil tersebut menerima dacil mereka harus menyetorkan uang dengan menyertakan fotocopy buku rekening bank mereka kepada oknum pejabat GTK Diknas Pangkep.


Informasi warga ke Unit Tipikor polres Pangkep tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pengembangan informasi. Hasilnya, informasi akan adanya transaksi yang dilakukan oknum pejabat tersebut, Unit Tipikor pun bergerak cepat dan melakukan OTT terhadap tersangka di kantor Disdik Pangkep.

Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga membenarkan perihal adanya oknum pejabat Diknas Pangkep yang tertangkap tangan melakukan pungli terhadap guru yang mendapatkan anggaran Dacil.

“Dari hasil OTT di TKP, polisi menemukan barang bukti uang tunai sebesar Rp 900 ribu ditangan oknum tersebut. Kemudian, dikembangkan lagi ke rumah oknum dan ditemukan barang bukti uang tunai sejumlah Rp 7 juta, juga hasil dari dugaan pungli tersebut,” ungkap Tulus Sinaga

Dari pemeriksaan sementara, HSN mengakui kepada polisi dirinya menerima uang dari tunjangan guru Dacil (Daerah Terpencil) antara Rp700 ribu sampai Rp.1 juta rupiah. 


Uang tersebut disetor usai para guru mencairkan tunjangan dacil mereka. Para guru diwajibkan menghadap ke ruangan HSN untuk menyerahkan fotocopy buku rekening bukti pencairan. Saat penyerahan fotocopy buku rekening ini, para guru menyerahkan sejumlah uang dengan dalih hadiah kepada HSN selaku kabid karena telah mengusulkan nama mereka untuk mendapatkan Dacil tersebut.

“Yang bersangkutan kita amankan di kantor Dinas Pendidikan Pangkep kemarin. HSN diduga menerima uang setoran dari guru-guru penerima tunjangan dacil, setiap guru diwajibkan membayar antara Rp700 ribu sampai satu juta rupiah,” terang Tulus.

Dugaan tentang kemana aliran uang haram tersebut serta keterlibatan pejabat di Dinas Pendidikan Pangkep lainnya masih terus didalami. Untuk pendalaman, polisi juga akan mengambil keterangan pihak-pihak terkait termasuk Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Pangkep.

“Kami masih mendalami kasus ini termasuk, apakah ini kasus yang yang pertama atau sudah terjadi dari tahun-tahun lalu,” pungkasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "MINTA UPETI UANG DACIL GURU, KABID GTK DIKNAS PANGKEP DICIDUK POLISI"