Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAHASISWA SYDNEY MINATI BELAJAR MEMBUAT TAS TALI KUR DI CAMBATOWA




Siapa sangka tas tali kur cantik ini dibuat oleh mahasiswa yang  berasal dari negara Sydney Australia, Mahasiswa Sydney ini belajar membuat tas dari tali kur di Balai Sakinah Aisyiyah (BSA) Camba Towa Kelurahan Pabundukang, Kecamatan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dalam rangka kunjungannya untuk melihat kelompok perempuan di BSA yang sedang melakukan berbagai kegiatan kerajinan tangan. 



Pada kesempatan ini pula Mahasiswa Sydney ini belajar membuat Tas Tali Kur atau yang sering disebut Macramé yang diajarkan langsung oleh ibu-ibu Komunitas BSA Camba Towa.

Meskipun masih terlihat sedikit canggung dalam merajut tali kur tersebut menjadi sebuah tas, namun tas tali kur yang dibuat oleh mereka sudah kelihatan lumayan bagus dan kelihatannya sudah cantik. berkat ketekunan mereka belajar di BSA Cambatowa tersebut


Maddie, salah satu mahasiswi sydney ini mengungkapkan rasa senangnya belajar membuat tas dan mengagumi hasil kerajinan tangan ibu-ibu ini.

Maddie mengaku cukup kesulitan membuatnya namun cukup tertarik untuk bisa membuatnya nanti.

"Cukup sulit juga yah membuatnya, tapi saya ingin bisa belajar membuatnya nanti" ujar Maddie




Mahasiswa Sydney lainnya Stan, menyampaikan apresiasinya bahwa dukungan MAMPU-Aisyiyah ternyata mampu menginspirasi kaum perempuan untuk perbaikan tarap hidup dengan menciptakan kerajinan tangan untuk menopang ekonomi masyarakat.

" Aisyiyah Pangkep telah membina puluhan ibu2 di Komunitas BSA Camba Towa hampir 5 tahun lamanya melalui berbagai kegiatan pengembangan kecakapan hidup khususnya Pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan membuat kerajinan tangan dari Tali Kur menjadi tas yang bernilai ekonomis". Ungkapnya



Sementara itu Koordinator Program MAMPU Aisyiyah kunjungan ini merupakan sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa Sydney terhadap pengelola pengorganisasian kelompok perempuan di komunitas BSA dan Layanan Kesehatan yang sudah berjalan 5 tahun terakhir dimana Aisyiyah Pangkep secara kelembagaan sudah bekerjasama dengan pemerintah Australia sebagi mitra sasaran program yang sangat terbuka untuk melakukan Inovasi kerja.

" Kami sudah 5 tahun bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui MAMPU, Aisyiyah Pangkep merupakan salah satu daerah yang diangap sukses dalam menjalankan program MAMPU ini, salah satunya . Dan salah satu mitra sasaran program yang sangat terbuka untuk melakukan Inovasi kerja yang ada di BSA Cambatowa yang kami bina  sejak tahun 2014 yang lalu hingga sekarang " Tutur Rohani yang sering disapa Nhany Rachman Khan ini.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "MAHASISWA SYDNEY MINATI BELAJAR MEMBUAT TAS TALI KUR DI CAMBATOWA"