Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KISAH KADES PENDIRI POMPES ARRAHMAN DDI GALLA RAYA PANGKEP

Pemimpin Ponpes Arrahman DDI Galla Raya Pangkep, Anre Gurutta Haji (AGH) Abdullah Mahmud (kiri) didampingi dua pembina utama KH Abd Rahman K LC MM dan Ustad Mustar memantau proses tes baca tulis Al Quran (BTQ) dan kompetensi calon santri dan santriwati Pondok Pesantren Arrahman DDI Galla Raya, Pangkep, di Segeri Mandalle, Pangkep, Rabu (11/7/2018)
Pondok Pesantren Arrahman DDI Galla Raya, adalah salah satu dari sekian pesantren ternama yang ada di provinsi sulawesi selatan bahkan di indonesia timur yang terletak di ujung utara kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) tepatnya di kampung Galla Lau Desa Coppo Tompong Kecamatan Mandalle. Kabupaten Pangkep Provinsi sulawesi selatan

Ponpes Arrahman DDI Galla Raya didirikan oleh Gurutta Abdullah Mahmud setelah bertahun-tahun menimba ilmu dan mendampingi AGH Ambo Dalle. Gurutta Abdullah Mahmud adalah murid langsung AGH Ambo Dalle. Dia salah seorang santri pertama Ponpes DDI Parepare dan tinggal di rumah AGH Abdurrahman Ambo Dalle.

Setelah menyelesaikan pendidikan di DDI Parepare, AGH Ambo Dalle mengutus AGH Abdullah Mahmud ke Sulawesi Tengah untuk mengembangkan pendidikan agama di wilayah tersebut.Awal tahun 1984, AGH Abdullah pulang kampung dan merintis sekolah diniyah sore di Galla Raya. Beberapa bulan kemudian, AGH Ambo Dalle diundang meresmikan Sekolah Diniyah DDI Galla Raya.

Setelah meresmikan sekolah diniyah sore DDI Galla Raya, Gurutta Ambo Dalle duduk di teras rumah Gurutta Abdullah Mahmud sambil menghadap ke barat, arah sekolah.

“Abdullah, perbaiki dan rawat baik-baik ini sekolahmu. Kelak banyak orang datang dan suka dengan sekolah ini,” ujar Gurutta Ambo Dalle ke Gurutta Abdullah.

Setelahun menjelang wafat, tahun 1995, Gurutta Ambo Dalle datang ke DDI Galla Raya. Ketika itu DDI Galla Raya semakin ramai dan sudah berubah menjadi pesantren.

Seakan memahami maksud dalam hati Gurutta Abdullah, Gurutta Ambo Dalle bertanya, “Apa yang ingin engkau namakan sekolahmu ini, Abdullah?”

Gurutta Abdullah menjawab, “Kalau bisa, saya minta izin memakai nama Anregurutta.”

“Manengka (bahasa Bugis, mengapa begitu?”tanya Gurutta Ambo Dalle.

“Sudah begitu mi, Puang. Saya ambil nama ta (Abdurrahman) supaya ada kesinambungan berkah,” jelas Gurutta Abdullah.

Gurutta Ambo Dalle hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Gurutta Abdullah.

Ketika memimpin DDI Galla Raya, warga mendaulat AGH Abdullah Mahmud menjadi kepala desa.

“Jadi beliau menjadi guru, pembina, sekaligus kepala desa. Waktu didaulat menjadi kepala desa, Gurutta Abdullah Mahmud menemui Gurutta Ambo Dalle, minta petunjuk. Gurutta Ambo Dalle meminta beliau agar tidak mengecewakan masyarakat, akhirnya beliau menerima tawaran menjadi kepala desa,” jelas Ustad Rahman yang juga Mantan Ketua KPU Pangkep, alumnus DDI Mangkoso dan Universitas Al Azhar, Cairo-Mesir.

Tahun ini Pondok Pesantren (Ponpes) Arrahman Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Galla Raya Pangkep menerima sebanyak 259 santri-santriwati dalam tahun ajaran 2018/2019 ini. Prosesi penerimaan santri-santriwati dimulai Rabu (11/7/2018). Ratusan calon santri-santriwati dari berbagai daerah mengikut serangkaian tes. Calon santri-santriwati tidak hanya berasal dari Sulsel dan Sulawesi Barat, bahkan ada juga dari Papua dan Papua Barat.

Calon santri-santriwati diwajibkan mengikuti proses tes baca tulis Al Quran (BTQ) di hadapan para pembina.Prosesi tes dipantau langsung Pemimpin Ponpes Arrahman DDI Galla Raya Pangkep, Anre Gurutta Haji (AGH) Abdullah Mahmud (kiri) didampingi dua pembina utama KH Abd Rahman K LC MM dan Ustad Mustar. Terdiri dari 85 santri madrasah aliyah (MA), 145 santri madrasah tsanawiah (MTs), 17 madrasah ibtidaiyyah (MIS), dan 12 tingkat Raodatul Atfal (RA).

(ADM-KP)

Post a Comment for "KISAH KADES PENDIRI POMPES ARRAHMAN DDI GALLA RAYA PANGKEP"