Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GETARAN GEMPA 6,4 SR LOMBOK TERASA SAMPAI PULAU SAPUKA PANGKEP


gempa bumi 6,4 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada Minggu pagi sebanyak 500 kepala keluarga. Minggu (29/7/2018), ternyata ikut dirasakan warga yang ada di pulau terluar Pangkep yakni Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya pulau tersebut lebih berdekatan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) daripada ibukota kabupaten Pangkep hal ini diungkapkan oleh Ahmad, salah seorang warga, mengatakan, getaran gempa sangat terasa, walau hanya beberapa detik.

“Memang kalau ada gempa di NTB kita rasakan juga sampai di Sapuka. Karena jaraknya cukup dekat. Alhamdulillah tidak ada bangunan yang sampai rubuh,” ucapnya, Senin (30/7/2018).

Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, merupakan wilayah terluar Kabupaten Pangkep. Berbatasan dengan Lombok. Bahkan masyarakat Kecamatan Liukang Tangaya lebih sering ke Lombok untuk urusan perekonomian dan keperluan lain, daripada harus ke Pangkep.

“Kalau jarak memang kita lebih dekat ke Lombok, daripada ke Pangkep. Dari Pulau Sapuka ke Lombok itu 14-16 jam saja. Ada lagi pulau yang lebih dekat dari Lombok. Tetapi kita tidak bisa nyambung komunikasi ke sana. Karena tidak ada jaringan (seluler),” ucapnya.

Hal ini membuat Sejumlah warga puau Sapuka kecamatan Liukan Tangaya mengaku cemas dan was-was dengan getaran gempa yang dirasakan hingga pulau terluar pangkep tersebut mereka menghawatirkan adanya potensi tsunami yang ada dalam pikirkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat hingga Pukul 13.00 Wita, 104 kali gempa susulan terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat setelah gempa utama atau pertama dengan kekuatan 6,4 Skala Richter terjadi Minggu pagi kemarin. getarannya terasa hingga pulau sapuka pangkep sulsel

Diketahui Pusat gempa berlokasi di darat pada jarak 47 kilometer arah timur laut Kota Mataram pada kedalaman 24 kilometer. Karena tidak bersumber dari laut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG menyatakan gempa disebabkan aktivitas sesar naik flores atau back arc thrust. Gempa susulan diperkirakan terus terjadi masyarakat diimbau waspada penuh.

"Kami sudah monitoring 104 gempa susulan. Ini sudah sering terjadi kita amati sampai kita mendapatkan data yang cukup untuk kita gunakan prediksi kapan gempa berakhir. Jadi kita butuh banyak data untuk memprediksi gempa susulan dan berakhirnya kapan.," Ungkap Kabid Info Gempa dan Tsunami, Daryono.  


Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati setelah gempa awal berskala 6, SR pada pukul 05.47 WIB Minggu (29/7), ia mengatakan hingga pukul 21.20 WIB tercatat gempa susulan 203 kali terjadi di sekitar episentrum gempa Lombok Timur dengan magintudo terbesar 5,7 SR dan terkecil 2,1 SR.

Dwikoritamengatakan peluruhan gempa susulan bisa terjadi hingga beberapa hari bahkan minggu ke depan, dan BMKG akan terus mencatat kondisi ini.

Kecenderungan gempa susulan melemah dengan kerapatan kejadian juga menurun. Sehingga ia mengatakan dengan melihat kecenderungan ini sangat kecil kemungkinan gempa lebih besar terjadi di sana.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "GETARAN GEMPA 6,4 SR LOMBOK TERASA SAMPAI PULAU SAPUKA PANGKEP"