Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CALON JEMAAH HAJI YANG MENINGGAL DAPAT DIGANTI DENGAN AHLI WARIS


Kementerian Agama RI menyatakan ahli waris, seperti suami/istri, anak kandung, atau menantu, bisa mengganti calon jemaah haji (CJH) yang meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci. berharap keluarga CJH bisa mengetahui kebijakan baru dari pemerintah pusat tersebut.

Sesuai dengan kebijakan baru, katanya lagi, CJH yang sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), kemudian wafat setelah tanggal pelunasan, bisa digantikan oleh ahli warisnya. Dalam pengajuan pergantian itu harus diketahui RT, RW, lurah, dan camat. Setelah itu, data diverifikasi Kanwil Kemenag provinsi dan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Selanjutnya, calon jemaah haji pengganti harus mengajukan surat permohonan tertulis ke Kantor Kemenag kabupaten/kota setempat dengan melampirkan beberapa dokumen, seperti akta kematian dari Dinas Dukcapil setempat atau surat kematian dari kelurahan/desa diketahui camat. Syarat lainnya, surat kuasa penunjukan pelimpahan nomor porsi jemaah wafat yang ditandatangani anak kandung, suami/istri, dan menantu yang diketahui RT, RW, lurah/kepala desa dan camat serta melampirkan surat keterangan tanggung jawab mutlak yang ditandatangani calon jemaah haji penerima pelimpahan nomor porsi jemaah wafat dan bermeterai.

Selanjutnya, melampirkan bukti setoran awal dan atau setoran lunas BPIH, salinan KTP, KK, akta kelahiran/surat kenal lahir atau bukti lain yang relevan dengan jemaah haji yang wafat yang dilegalisir dan distempel basah oleh pejabat yang berwenang dengan menunjukan aslinya.

Seluruh berkas pendukung harus diverifikasi oleh petugas Kantor Kemenag wilayah masing-masing dan Ditjen PHU. Calon anggota jemaah haji pengganti bisa diberangkatkan pada musim haji tahun berjalan atau tahun berikutnya.

Pada waktu pergantian, kata Thoif, hanya berlaku pada tahun berjalan dan waktu yang memungkinkan untuk melakukan pergantian karena harus mengurus banyak dokumen.

"Misalnya begini, jika 1 minggu sebelum keberangkatan CJH tersebut wafat, mekanisme pergantiannya dilihat dahulu apakah masih memungkinkan untuk pengurusan dokumen atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Agama RI yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan BPIH Reguler Tahun 1439 H/2018 M. Berdasarkan aturan dari Kementerian Agama itu, kebijakan wafat yang dapat digantikan adalah calon anggota jemaah haji yang sudah ditetapkan berhak melunasi BPIH dan waktu wafatnya setelah ditetapkan sebagai berhak lunas tahun berjalan.

Diketahui Sebanyak 7.871 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pangkep masih masuk dalam daftar tunggu ibadah haji.

"Iya per Juni 2018 ini datanya 7.871 dengan asumsi sudah pernah haji 93 orang, belum haji 7.778 orang. Lelaki 3.165 orang dan perempuan 4.706 orang," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pangkep, H Jamaruddin.

Daftar tunggu haji di Kabupaten Pangkep hingga 26  tahun

Dia menambahkan, di antara mereka yang masuk daftar tunggu ada dari golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ada PNS yang sudah mendaftar 1.429 orang. Ada juga PNS TNI dan Polri 74 orang," ujarnya di Pangkajene, Rabu (3/7/2018).

JCH tertua Pangkep yang berangkat tahun ini, Ahmad Haruna (88) asal Kecamatan Pangkajene, termuda Sitti Hafsa binti Baharuddin (23) asal Kecamatan Pangkajene.

Jamaah yang berangkat tahun ini adalah pendaftar tanggal 27 Mei 2009 sampai tanggal 14 Oktober 2009.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "CALON JEMAAH HAJI YANG MENINGGAL DAPAT DIGANTI DENGAN AHLI WARIS"