Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BELUM BEBAS DARI TAHANAN, MANTAN KADES TARAWEAN KORUPSI UANG MASJID



Meski masa tahanan Mantan Kepala Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) belum selesai dijalaninya, namun Wahyu Ali Dama yang kini masih mendekam di Rutan Makassar karena kasus mark up dana desa sejak akhir 2017 lalu kemungkinan akan kembali menjalani tahanan hingga beberapa tahun ke depan dengan kasus yang sama yakni Korupsi.

Kali ini Wahyu Ali Dama kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan bantuan Masjid Istiqamah,  lampu jalan dan papan monografi di Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep, Sulsel. dengan total kerugian negara yang diperbuatnya adalah Rp.162 Juta lebih.

Hal ini di ungkapkan oleh Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Andi Novi mengatakan, saat ini Wahyu kembali menghadapi kasus korupsi senilai Rp162 juta lebih yang merupakan anggaran pengadaan jalan dan bantuan masjid Desa Taraweang. Wahyu kembali menjalani pemeriksaan dan akan menjalani sidang perkaranya hai kamis (19/7/2018)

"Mantan kepala desa ini setelah sebelumnya menjadi tersangka kasus pertama, yang merupakan anggaran dana desa tahun 2016, kembali terungkap korupsi dana desa, dengan kerugian negara ditimbulkan sebesar Rp. 162.379.000. Dia jadi tersangka lagi penyalahgunaan bantuan Masjid di Taraweang senilai Rp 20 juta yang dananya diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama tahun 2017, Selain itu, Wahyu Ali Dama juga korupsi papan monografi sebesar Rp 2.379.000 dan pengadaan lampu jalan desa senilai Rp 140 juta.Total yang dikorupsi itu Rp 162.379.000 di kasus keduanya. Baru terungkap saat ini, dan dijadwalkan Kamis sudah pelimpahan tahap II," ungkap Novi.

Andi Novi juga menyebutkan bahwa Wahyu Ali Dama ini mencairkan uang tersebut saat dia berkasus dengan modus dia ambil uang di bendahara untuk membayar utang. Dari kasus yang baru terungkap ini, kata Novi, Wahyu terancam hukuman penjara maksimal empat tahun. Andi Novi menambahkan, saat ini tersangka ditahan di Lapas Makassar dan pekan depan kasusnya akan dilimpahkan ke pengadilan.

Menurut Andi Novi bendahara tidak ditetapkan sebagai tersangka karena ada surat pernyataan dari Wahyu Ali Dama kalau semua uang yang dia ambil adalah tanggung jawabnya.

Sebelumnya, bulan September 2017 lalu, Kejari Pangkep menangani kasus pertama Wahyu Ali Dama karena melakukan korupsi Dana Desa 2016. Di kasus pertama dia terbukti bersalah dan dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan saat ini berada di Rutan Makassar.Tersangka telah didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor. Penahanan Wahyu Ali Dama karena tersangka kasus korupsi Dana Desa 2016 dengan kerugian negara Rp 154 juta.

Posting Komentar untuk "BELUM BEBAS DARI TAHANAN, MANTAN KADES TARAWEAN KORUPSI UANG MASJID"