Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ALASAN LURAH/KADES TIDAK SIAP 80 TON RASTRA NUMPUK DI BULOG PANGKEP

80 Ton Beras Sejahtrah (Rastra) Menumpuk di Bulog Pangkep

Seharusnya peran kepala desa/lurah sangat menentukan kelancaran penyaluran Beras Sejahtera (Rastra). Para lurah/kades, juga harus pro aktif melakukan pengecekan ke bulog dan segera menyalurkan rastra tersebut kemasyarakat, sehingga masyarakat tak mengalami keterlambatan dalam menerima rastra tersebut.

Namun hal ini tak di tindaki para Kades/Lurah di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Setidaknya sebanyak 80 Ton Beras Sejahtera (Rastra) untuk masyarakat miskin saat ini masih menumpuk di gudang Bulog Pangkep tanpa di jemput oleh pihak kelurahan untuk dibagikan kemasyarakat miskin, Padahal Rastra tersebut sudah ada sejak bulan Januari 2018 lalu atau sudah sekitar 6 bulan menumpuk di gudang Bulog Pangkep. padahal aturan saat ini Rastra harus dibagikan tiap bulan kewarga miskin

Alasanya sangat sederhana, para Kades/Lurah hingga saat ini mengaku belum siap mengambil beras tersebut di gudang bulog, sehingga para kades dan lurah menitipkannya di tempat tersebut. Hal ini dikeluhkan oleh Kepala Gudang Bulog Pangkep, Rustam Efendi Lubis, mengeluhkan banyaknya beras titipan di gudang Bulog Pangkep oleh desa dan kelurahan bahkan hingga enam bulan lamanya. Rustam mengatakan walaupun telah ada berita acara penitipan oleh kecamatan karena kesiapan desa dan kelurahan, namun seiring waktu, bisa saja mempengaruhi kualitas beras karena terlalu lama tersimpan.

“Ada 80 ton beras titipan yang belum di salurkan desa/kelurahan, paling banyak di wilayah kepulauan, itu sejak bulan satu kemarin, sampe sekarang belum didistribusikan, Sekarang kan aturannya per satu bulan rastra harus didistribusikan, ini ada yang sampai enam bulan di titip di gudang kami" Ungkap Rustam.

Rustam mengatakan walaupun telah ada berita acara penitipan oleh kecamatan karena kesiapan desa dan kelurahan, namun seiring waktu, bisa saja mempengaruhi kualitas beras karena terlalu lama tersimpan, dikhawatirkan selain mengalami penurunan kualitas, beras tersebut juga rentan rusak.

"Alasannya kepala desanya belum siap. Karena sudah berbulan bulan ada disini, beras ini rentan rusak dan tidak segar lagi, dan tentunya mengalami penurunan mutu, jangan sampai hal ini terjadi, Bulog lagi yang disalahkan, karena terlalu lama disimpan," Tukas Rustam

Dia berharap, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Pangkep memerintahkan kepala desa/lurah untuk segera mendistribusikan rastra yang masih menumpuk di Gudang Bulog tersebut. Walau demikian, kata Rustam, pihaknya tidak memberikan beban biaya bagi desa dan kelurahan yang hingga kini menitipkan rastra di gudang Bulog, walaupun sesuai tupoksi Bulog, pihaknya dapat melakukannya.


(ADM-KP) 

Posting Komentar untuk "ALASAN LURAH/KADES TIDAK SIAP 80 TON RASTRA NUMPUK DI BULOG PANGKEP "