Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TIGA KEPALA SEKOLAH DIPANGKEP BANTAH JUAL SERAGAM SEKOLAH

 

Mencuatnya dugaan Pungli Seragam Sekolah di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang di muat koranpangkep.co.id lalu membuat 3 Kepala sekolah angkat bicara dan menampik tudingan tersebut. ketiga kepala sekolah tersebut adalah Drs. Mappiasse, M.Si Kepala sekolah SMPN 2 Pangkajene, Ahmad Ansari S.Pd Kepala sekolah SMPN 1 Pangkajene, dan Hj. Hartina, S.Pd Kepala SMPN 1 Minasatene

Saat ditemui di Ruang Kepala Sekolah SMPN 2 Pangkajene Jumat (22/6/2016) ketiganya membantah bahwa adanya paksaan atau tekanan dari Pihak sekolah agar sekolah mengambil baju seragam di salah satu Toko Pakaian Seragam Sekolah seperti yang ditudingkan selama ini.

“Kami tidak pernah memaksa pihak siswa baru untuk mengambil baju seragam, ini hanya saran kepada siswa jika ingin membeli baju bisa ketoko Nirwana yang ada di ruko Palampang.karena menurut kami kwalitasnya lebih bagus dan harganya lebih murah, lima jenis pakaian yakni Baju putih biru, pramuka, batik, olahraga dan Rompi hanya Rp.750 Ribuan Buktinya kami juga menyampaikan siswa bagi yang berminat beli di luar di pasar silahkan,’Kilah Ahmad Ansari.

Senada dengan Kepala sekolah SMP 1 Pangkajene, Mappiasse kepala sekolah SMPN 2 Pangkajene juga menolak dikatakan pihak sekolah menjual pakaian seragam di sekolah, terlebih lagi katanya ada edaran bupati pangkep untuk tidak memberatkan para siswa baru dalam hal pakaian seragam.

"kami tidak pernah menjual baju seragam, mungkin ini kepanikan orang tua sehingga memaksakan diri untuk membeli baju tersebut seharga Rp 700 Ribuan meski tak mampu, padahal kami sudah memberi kelonggaran untuk memakai baju yang ada saja dulu, bahkan bisa mengajukan surat keterangan miskin supaya pihak sekolah dapat mengusahakan baju gratis atau melobikan ke pihak konveksi supaya bisa dicicil" Ungkapnya.

Namun demikian pihaknya tak menampik pernah menunjukkan sebuah toko pakaian seragam yang ada di Ruko Palampang untuk membeli 4 jenis pakaian yakni Baju putih biru, Pramuka, baju muslim dan baju olahraga. namun pada dasarnya mereka membeli sendiri di toko tersebut bukan melalui sekolah.

Sementara itu Kepala sekolah SMPN 1 Minasatene Hj. Hartini, S.Pd, membantah harga baju seragam tersebut Rp.700.Ribu melainkan Rp.570 Ribu untuk siswa laki-laki dan Rp.595.000 untuk siswi perempuan itupun bukan pihak sekolah yang menjual karena dikwitansi yang ia ambil dari salah seorang siswa tertulis nama toko "DEPOT LAPAIRUS" dan telah lama siswa SMPN minasatene berlangganan setiap tahun ajaran baru.

"kita tidak menjual, siswa sendiri yang datang ketoko konveksi tersebut untuk membeli baju seragam, ini buktinya fotocopy kwitansi yang saya ambil dari siswa, jelas tertulis nama tokonya bukan nama SMPN 1 Minasatene, saya keberatan jika pihak saya disebut jual seragam sekolah." tampik Hartina yang baru menjabat 4 bulan di sekolah tersebut.




Namun demikian ketiga kepala sekolah tersebut menghimbau kepada para orang tua siswa untuk tidak panik jika belum bisa membelikan seragam sekolah karena masih ada kebijakan dari sekolah untuk memakai baju yang ada. setidaknya mereka memakai baju putih biru agar tak merasa asing diantara teman teman sekelasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "TIGA KEPALA SEKOLAH DIPANGKEP BANTAH JUAL SERAGAM SEKOLAH"