Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PRIHATIN RIBUAN THL KESEHATAN DI PEMKAB PANGKEP BELUM MEMILIKI GAJI TETAP


Menjamurnya sekolah keperawatan dan kebidanan rupanya menjadi persoalan tersendiri bagi para alumninya. Selain menimbulkan pengangguran perawat baru yang terus meningkat juga membludaknya tenaga kesehatan di rumah sakit maupun di puskesmas pemerintah.

Hal ini sebagai akibat menjamurnya sekolah tinggi keperawatan tersebut,maka lulusan diploma III keperawatan pun membludak. 

Namun sayangnya, sebagian dari pada lulusannya tidak memiliki kompetensi yang diharapkan di dunia kerja. Pihak rumah sakit dituntut harus memberikan pelatihan tersendiri lagi minimal 3 bulan, sebelum memberikan izin perawat baru untuk bersentuhan dengan pasien. 

Masa pelatihan ini di luar orientasi wajib untuk setiap karyawan baru . Hal ini terjadi karena para perawat yang notabene “baru lulus” itu, tidak memiki skill yang cukup untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. 

Padahal seharusnya kemampuan tersebut  sudah harus dilatih saat pendidikan. Rumah sakit dibebani alokasi dana yang tidak sedikit untuk melakukan  pelatihan tersebut. 

Tentu saja hal ini merugikan pihak rumah sakit. Sebagai institusi pelayanan kesehatan,rumah sakit berhak mendapatkan perawat baru yang siap kerja bukan siap untuk dilatih.

Penomena ini juga terjadi di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)  terungkap ada sekitar ribuan Tenaga Harian Lepas (THL) yang mengabdi tanpa memiliki gaji tetap dari Pemkab Pangkep. 

Sejauh ini kata dr.Indriani Latief Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, ada sekitar 1.357 THL di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep yang mengabdi di RSUD dan Puskesmas Puskesmas, namun hanya sekitar 189 yang bergaji tetap. 

Artinya, lebih dari seribu THL yang bekerja di lingkup Dinas Kesehatan Pangkep hanya berharap dari pembayaran jasa, seperti Jampersal, BOK, dan BPJS.
"1.357, itu yang terdaftar, yang diberi honor 189 orang. Selebihnya dari pembayaran jasa di puskesmas, BOK, jampersal, BPJS, tergantung kapitasi puskesmas, mau tidak diterima kasihan. Tapi kita mau setiap yang tamat pendidikan harus memiliki STR baru bisa dipekerjakan," ujar Indriani.
Ditambahkan Indriani, jumlah THL lingkup Dinas Kesehatan bahkan melebihi jumlah ASN yang hanya sekitar 900 pegawai. Ia pun mengaku telah mengintruksikan ke setiap puskesmas terkait kebijakan STR dan tidak asal menerima THL tanpa memiliki STR terangnya. 

(ADM-KP) 

Posting Komentar untuk "PRIHATIN RIBUAN THL KESEHATAN DI PEMKAB PANGKEP BELUM MEMILIKI GAJI TETAP "