Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENA ILUSI



Pena Ilusi
oleh: Bahar Rawallangi

Negeri yang luka 
Hari-hari patahkan pena 
Runcing tidak lagi arti
Tinta lebur berdarah
Meringik
Merintik
Sekapi  mimpi

Kata retak tak sulam kalimat
Sebab 
Emas berderik memahat kepala
Membius dada disegala arah

Pena terakhir 
Mengisahkan usia bukan usai
Beri aku tinta bukan air mata
Letakkan titah jangan di atas mimpi tapi di selembar merah putih

Nahkoda berbeloklah
Sebelum langit benar memerah


Tondong Tallasa, 13 Juni 2017


(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "PENA ILUSI"