Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NUNGGAK LISTRIK 13.6 JUTA, PENGHUNI RUSUN MATTOANGIN MINGGAT


Bangunan Rusunawa untuk pekerja berpenghasilan rendah yang terletak di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kini kembali sepi DAN gelap gulita pasalnya satu minggu terakhir ini sudah ditinggalkan oleh penghuninya akibat diputusnya aliran listrik PLN sejak tanggal 8 Juni 2018 lalu.

Pemutusan aliran listrik tersebut terpaksa dilakukan oleh pihak PLN Ranting Pangkep karena penghuni rusun telah menunggak tagihan listrik selama dua bulan yakni bulan April dan Mei guna meminimalisir kerugian akibat tunggakan tersebut.

Tak tanggung-tanggung tunggakan penghuni rusun tersebut mencapai Rp.13.600.000,- untuk dua bulan dengan tagihan perbulan sebesar Rp. 6.800.000,- per bulan dengan masing masing membayar Rp.100.000 per penghuni untuk 68 kamar yang ada dirusunawa tersebut.

Hal ini tak ditampik oleh kepala dinas Tata Ruang kabupaten Pangkep M.Yusuf Genda, ia mengatakan bahwa hal tersebut sudah diwanti wanti sebelumnya kepada para ketua kelompok rusunawa agar selalu menagih untuk membayar tagihan listrik dan air setiap bulannya ke penghuni rusunawa tersebut

"Saya sudah bilang bentuk kelompok dan ketua kelompok penghuni rusunawa agar lebih mudah menagih pembayaran listrik dan air, namun rupanya hal tersebut tak di indahkan oleh penghuni rusun" pungkasnya.

Sementara itu salah seorang ketua penghuni rusun Mirna mengaku telah berusaha melakukan penagihan ke penghuni rusun untuk membayar tunggakan listrik tersebut dan hanya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp.6.000.000, -

"Sudah ke PLN untuk mencoba menebus separuh dari tunggakan tersebut sebesar Rp.6.000.000,- namun pihak PLN tidak mau menerima karena sesuai aturan harus dilunasi keseluruhan tunggakan yang ada"terangnya

H. Asrul, ST, MM. Kepala bidang pemukiman mengungkapkan hal ini terjadi karena banyak penghuni rusunawa yang hanya mengambil kunci kamar namun mereka tidak menempati rusunawa tersebut, yang mengakibatkan membengkaknya tagihan listrik.

"Setiap kamar biaya listriknya Rp.100.000,-, ada 68 kamar namun yang menghuni hanya sekitar 30-an keluarga dan selebihnya hanya mengambil kunci dan tidak menempati rusunawa serta tak membayar tagihan listrik" Ungkapnya

Ruslan salah seorang warga setempat mempertanyakan perihal sistem penggunaan rusunawa tersebut Pasalnya rusunawa yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011 sebesar Rp 15 miliar, dan hingga saat ini belum ada akte serahterima hibah dari pusat dan belum memiliki Perda atau Perbub yang mengatur tentang sistem pengelolaan dan pemamfaatan rusunawa tersebut.

"Saya heran dari mana mereka mengambil izin tinggal dirusunawa tersebut. itukan belum ada perda yang mengatur, saya saja tinggal ngotrak disekitar sini namun tak pernah mendengar adanya pendaftaran untuk menjadi penghuni rusun, tiba tiba penghuninya bermunculan dan mereka mengatakan kamar sudah full, padahal saya sangat berminat daripada ngontrak" Paparnya

Ruslan juga menambahkan semua warga rusun tak pernah sekalipun melaporkan dirinya ke RT. RW dan kelurahan setempat sebagai warga pendatang Mappasaile padahal mereka sudah tinggal berbulan bulan dirusun tersebut. Ia berharap kepada pemerintah kedepannya dalam memilih penghuni rusun harus selektif dan tidak KKN untuk menghindari hal hal yang tidak di ingikan bersama.

(ADM-KP)






Posting Komentar untuk "NUNGGAK LISTRIK 13.6 JUTA, PENGHUNI RUSUN MATTOANGIN MINGGAT"