Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MARAH-MARAH PASCA KEKALAHAN CALON GUBERNUR

Rohani Rachman 

Pagi ini saya mendengar dan menerima curhatan beberapa teman yang mendukung salah satu calon Gubernur dengan ceritanya masing-masing dari 4 kandidat ini. Juga gelih-gelih gimana gituh membaca status teman-teman di fesbuk yang lucu juga konyol.

Salahsatunya adalah status dari adagium yang mengatakan 'Dimana Ada Gula disitu ada semut' sampai disini saya ngakak so hard dulu, yaak.

Katanya lagi sekarang banyak yang langsung ngaku-ngaku trus tiba-tiba mengklaim dirinya pendukung calon yang dianggap menang versi Quick Count dan nampaknya memang calon ini akan jadi pemenang.

Mereka menikmati euforia kemenangan ini layaknya tim pemenangan yang sudah berjuang keras untuk memenangkan calonnya.

Ucapan rasa syukur, Do'a dan bangga pun ikut dalam status harapan mereka. Semuanya bersuka cita. Meski dalam senyap sepasang mata mengintai secara teliti mana yang real pendukung mereka mana yang memang baru saja mendapatkan 'hidayah' dari Allah untuk ikut serta memproklamirkan diri bagian dari calon pemenang.

Tak ketinggalan sejumlah ASN yang nampaknya tidak kuat lagi menahan diri untuk mengucapkan selamat kepada tim pemenang dan juga tim kandidat lain yang tetap konsisten pada perjuangan awal mereka untuk tetap saling memotivasi satu sama lain dan menyatakan tak menyesal memperjuangkan calonnya.Tak ada lagi ketakutan, itu cukup kerenlah saya pikir, berdiri pada pilihan masing-masing namun tetap menghargai proses suksesi ini.

Apakah ini salah ?

Oh tentu tidak karna  menurut saya yah beginilah tabiat sebahagian besar manusia diantara kita dalam mengikuti setiap suksesi pemilihan baik itu Pilkada maupun pileg, pilpres dan juga DPD dari dolo Ampe sekarang.

Masalah lainnya adalah yang juga sering terjadi kambuhnya penyakit marah dan kecewanya para petinggi di level kepemimpinan di daerah kepada bawahannya atau jaman now namanya followers yang menganggap anak buah kebawah tak becus menjalankan tugas.

Aih....aih....aih...ini baru level gubernur, sudah sekencang ini marahnya. Apa kabar Pileg dan Pilkada Bupati mendatang yang jauh lebih dekat dengan kita.

Ah, Abaikan dulu soal DPD dan Pilpres yang juga cukup panas antara #gantipresiden2019 vs #TetapJokowi2periode meski salah satu ukuran percaya diri tim sukses calon ini bercermin dari peta politik pelaksanaan Pilkada dan Pileg mendatang.

Urusan marah ini tidak bisa dianggap enteng juga karna ini biasanya akan berpengaruh pada asap dapur rumah tangga seseorang yang dianggap tidak becus atau bahkan bertolak pilihan untuk suksesi kali ini dan imbasnya kalimat 'kamu tidak akan aku pakai lagi' diikuti dengan diabaikannya si Fulan, meski periode sebelumnya si Fulan adalah pendukung setianya.

Ultimatum ganas bagi si pengikut ini sebenarnya jika kenyang mengamati perkembangan politik sesungguhnya tak perlu khawatir, takut dan bimbang ingatlah tidak ada kawan dan lawan abadi dalam politik semuanya serba kepentingan.

Yah, tidak makan sebulan tak apa, besok lusa dia akan kembali datang mengiba kepada kalian untuk dukungan suksesi selanjutnya. Itulah Marwah terbesar politik di Indonesia eh di Daerah ini juga.

Jadi sekarang siapapun dalam posisi marah-marah kepada tim suksesnya, pengikutnya, kerabatnya, temannya karna beda pilihan, karna jagoan kalah, istigfar panjanglah.

Sesekali cobalah mengerti dan memahami situasi hati nurani mereka yang sangat sulit untuk dibohongi atau cobalah untuk memahami  kemampuan perjuangan tim sukses kalian yah sudah sebatas itu. Sepanjang loyalitasnya padamu tidak berkurang secara pribadi, apresiasilah.

Terlebih lagi jika memang mereka sudah meminta lampu hijau padamu  untuk memilih berbeda pilihan kali ini maka restuilah, sekalipun dia bawahanmu alias followersmu daripada bersama orang-orang yang wajahnya nampak tulus bersamamu justru mereka yang menikammu dari belakang, didepan dia berkata yesss padamu tapi dibelakang dia berkata No, sungguh itu jauh lebih menyakitkan juga menyedihkan.

Pilgub ini telah usai sambil menunggu lembaga yang berwenang untuk menghitung dan menetapkan calon yang menang, rangkullah mereka kembali dengan senyum baik yang pro maupun yang kontra denganmu dan mulailah kembali mengatur strategi untuk perjuangan selanjutnya.

Marahmu sungguh tak akan mengubah hasil tapi membuatmu belajar untuk lebih bijaksana dalam bersikap termasuk mengatur strategi. Siap menang dan siap kalah haruslah dijiwai dengan baik bukan sekedar dihafal dan disuarakan saja tanpa makna.

#CatatanNhany
(ADM-KP)

Post a Comment for "MARAH-MARAH PASCA KEKALAHAN CALON GUBERNUR "