Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KORUPSI ADD, RAHMAN MANTAN PJS KADES MATTIRO BONE MENGHILANG


Kepolisian Ressort (Polres) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) tengah mendalami dugaan kasus Korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 senilai Rp.205 juta. oleh Abdul Rahman Pjs. Kepala Desa Mattiro Bone tahun 2015-2016 Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Abdul Rahman diduga melakukan penyalah gunaan ADD saat ia menjabat Pjs. Kades Mattiro Bone 2016 lalu, hal ini diungkapkan oleh kasat reskrim Polres Pangkep Iptu Deni Eko Prasetyo, ia mengungkapkan kepada awak media bahwa Abdul Rahman telah mencairkan termin pertamanya senilai Rp. 600 juta dan ditemukan proyek fiktif senilai Rp.205 juta

“Abd Rahman mencairkan anggaran desa kurang lebih Rp 600 juta ditermin pertama  kami menemukan ada kegiatan jalan desa yang fiktif sebesar Rp205 juta dan Rp60 juta dikegiatan fiktif pengadaan" ungkapnya.
Di anggaran desa tahap pertama, kami menemukan ada kegiatan jalan desa yang fiktif sebesar Rp205 juta dan Rp60 juta dikegiatan fiktif pengadaanSumber Artikel : https://makassar.terkini.id/kasus-anggaran-desa-mattiro-bone-polisi-temukan-kegiatan-fiktif-ratusan-juta-rupiah/
Di anggaran desa tahap pertama, kami menemukan ada kegiatan jalan desa yang fiktif sebesar Rp205 juta dan Rp60 juta dikegiatan fiktif pengadaanSumber Artikel : https://makassar.terkini.id/kasus-anggaran-desa-mattiro-bone-polisi-temukan-kegiatan-fiktif-ratusan-juta-rupiah/

Iptu Deni Eko Prasetyo, mengungkapkan Modus korupsi yang dilakukan Rahman selaku Pjs Kades Mattiro Bone yang juga PNS Staf Kecamatan Liukang Tupabbiring Pemkab Pangkep ini dengan cara membuat kegiatan fisik pembangunan jalan setapak Paving Blok dengan menggunakan Anggaran Dana Desa senilai Rp.205 juta, namun pada kenyataannya proyek tersebut Fiktif atau tidak ada dilapangan.
 
"Berdasarkan gelar perkara hasil audit yang dilakukan auditor negara BPKP tahun anggaran 2016, nilai kerugian negara dari kegiatan fisik mencapai Rp 206 juta. dan pembangunannya fiktif". Ungkap Deni.

Namun hingga kini Deni mengaku belum menetapkan status tersangka kepada Rahman, dan masih mendalami kasus tersebut namun demikian pihaknya telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan  dan akan segera menetapkan tersangka atas dugaan kasus korupsi proyek fiktif tersebut. 

"Kasus ini masih tahap penyidikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penetapan tersangka sesuai hasil penyidikan. Penyidik saya menyanggupi pertengahan bulan depan sudah ditetapkan tersangkanya," tambah Deni.

Akibat perbuatannya, Abdul Rahman terancam dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara

Diketahui setelah Abd Rahman mencairkan anggaran desa kurang lebih Rp 600 juta ditermin pertama tahun 2016 lalu Rahman melarikan diri dan keberadaanya sudah tidak diketahui hingga saat ini sehingga pemerintahan Desa Mattiro Bone kembali kosong, dan dijabat oleh camat liukang Tupabbiring saat itu (2015-2016) Sahaba Nur. yang saat ini menjabat Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangkep.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "KORUPSI ADD, RAHMAN MANTAN PJS KADES MATTIRO BONE MENGHILANG"