Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KECURANGAN SISTEMATIS VS PEMILIH CERDAS

Rohani Rachman

Jelang Pilgub Sulsel yang akan dihelat besok (27/6) secara serentak, beberapa temuan oleh penyelenggara pemilu di beberapa daerah terkait sejumlah kecurangan laris manis bak penjual Kacang Goreng di musim pengantin di bulan Syawal ini.

Saya mencermati upaya sistematis dengan melibatkan penyelenggara di tingkat bawah seperti KPPS menjadi salahsatu strategi jitu yang dilakukan Timses Paslon. Bentuk kecurangan lainnya yang sudah menggurita sejak Pemilu ditetapkan adalah pembagian money politik ke masyrakat tujuannya jelas mempengaruhi suara pemilih.

Untuk urusan pembagian Money Politik ini nampaknya edukasi tentang larangan memberi dan menerima serangan 'Money Politik' yang telah diatur dalam UU No 6 tahun 2010 pasal 187 A belum terserap dengan baik kepada sasaran yang hendak dituju siapa lagi kalau bukan peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk ini selaku pemilih cerdas ?

Tentu jika ingin mengambil bagian mensukseskan Pilkada Serentak 27 Juni esok dan Pemilu 2019 mendatang serta merasa bagian dari pemilih cerdas, jika melihat kecurangan disekitar kita, lawan dan segera laporkan.

Bagaimana melaporkan KECURANGAN ? Salahsatu tugas dari penyelenggara pemilu yang bernama BAWASLU atau di tingkat Kabupaten yang namanya PANWASLU punya wewenang untuk menerima laporan masyarakat juga punya tugas untuk menjaga agar KECURANGAN SISTEMATIS ini tidak terjadi, PUN jika sudah TERJADI seperti sekarang di sejumlah daerah maka sudah menjadi tugas mereka untuk menindaklanjutinya.

Perangkat lainnya yang berwenang untuk mengatasi semua bentuk kecurangan adalah pihak yang berwajib yang ada di sekitar kita. Untuk urusan kecurangan dan hukum, percayakanlah kepada mereka.

Logikanya hari ini, bagaimana bisa anda bermimpi untuk melihat Sulsel berkemajuan, jika prosesnya saja sudah dipenuhi dengan kecurangan para tim sukses calon.

Bagaimana jika semua calon berlaku curang ? Nah itu juga saya sedikit pusing, niatnya untuk memperbaiki daerah kok malah merusak mental masyarakatnya yaaaak saat jadi calon. Tidak ada jalan lain selain memilih, karna Golput pun sesungguhnya bukan solusi.

Tetaplah memilih, dengan mempelajari secara baik latar belakang calon dan tetap memperhatikan perkembangan kabar calon hingga hari ini.

Meski ini sudah masuk masa tenang, kita masih punya kesempatan secara pribadi untuk mengikhtiarkan calon yang layak untuk dipilih sebelum masuk ke TPS besok mulai jam 7 pagi sampai jam 1 siang.

Memilih pemimpin yang baik sungguh adalah ikhtiar yang penting bagi kita untuk kemaslahatan daerah yang kita cintai. Sehingga kedepannya kita tidak hidup dengan nafas yang berbau keluhan di sepanjang waktu kita untuk sejumlah perkara kebijakan yang tidak membumi di tengah masyarakat.

Stop berfikir masa bodoh dengan keadaan termasuk dalam agenda 5 tahunan ini, kalau bukan kita siapa lagi ? Kalau bukan sekarang kapan lagi. Jadi, Tetaplah mengambil bagian untuk menjadi pemilih cerdas.

#CatatanNhany
(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "KECURANGAN SISTEMATIS VS PEMILIH CERDAS"