Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DISURUH SHALAT DHUHA, KEPSEK SMAN 4 PANGKEP DIPOLISIKAN MURIDNYA


Seorang Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Pangkep Abdul Azis harus berurusan dengan hukum lantaran dilaporkan oleh siswanya sendiri karena dianggap melakukan penganiayaan saat menyuruh MSA (16 tahun) melaksanakan shalat dhuha sebagaimana rutinitas di bulan Ramadan di sekolah, namun  MSA menolak dan melarikan diri saat dipanggil oleh kepala sekolahnya.

Di hadapan awak media, MSA mengaku mengalami kekerasan oleh kepala sekolah saat diminta masuk ke ruangan. dan sempat ditantang berkelahi diruangan tersebut.

"Niatnya mau ndak ikut salat Duha, namun saya lari dan akhirnya saya pergi juga. Saya ditunggui, lalu saya di panggil, waktu mau masuk ruangan dadaku sakit kena pintu, waktu mau duduk na tarik bajuku na tantang ka juga berkelahi, saat itu seperti kena tampar mukaku, Saya lalu pergi melapor di polisi" kata MSA di hadapan awak media, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu Abdul Azis, sesuai pesan berantai yang beredar, di medsos whatsapp dia mengajak siswanya itu salat Dhuha tapi lari sehingga dia panggil masuk ke ruangan lalu dia dorong bahunya.

Berikut pesan lengkap Abdul Aziz yangberedar di media whatsapp: 'Sy sampaikan kpd saudara2 bhw saya Azis, kepala sekolah sman 4 pangkep, saat ini berada di polres pangkep. Karena sy dilaporkan penganiayaan tethadap siswa. Siswa sy ajak utk salat dhuha tp lari sehingga sy panggil masuk ke ruangan sy lalu sy dorong bahunya. Itulah sehingga dia laporkan sy sebagai penganiayaan. Mhn bantuan teman2 terhadap kasus ini... Kebetulan orang tua siswa ini seorang polisi.


Dari pantauan awak media puluhan guru-guru di Kabupaten Pangkep serta siswa SMA negeri 4  mendatangi Polres Pangkep, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (31/5/2018). mereka datang satu persatu dan berkumpul hingga jelang waktu berbuka puasa. Kedatangan mereka adalah bentuk solidaritas guru atas musibah yang menimpa Kepala Sekolah SMA 4 Pangkep, Abdul Azis yang saat ini masih diperiksa di Mapolres Pangkep atas dugaan penganiayaan menampar siswanya karena tidak mau salat dhuha.

"Kita datang ini sebagai bentuk dukungan ke guru yang dilaporkan siswanya sendiri. Polisi akan proses dan tentu kita serahkan ke pihak yang berwenang," kata salah seorang guru, Mansyur Eppe.
Dia berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan sehat dan tidak ada lagi persoalan kedepannya.

Kanit PPA, Polres Pangkep, Ipda Endang Syukriaty Sakir, membenarkan pihaknya sementara memproses laporan penganiayaan yang melibatkan anak di bawah umur.

"Ia benar, memang yang bersangkutan melapor. Namun PPA lebih pada upaya pembinaan," ungkap Endang.

Sementara itu Murid dan Kepala Sekolahnya sudah berdamai dan mencabut laporannya tersebut di polres pangkep .

(ADM-KP)

1 komentar untuk "DISURUH SHALAT DHUHA, KEPSEK SMAN 4 PANGKEP DIPOLISIKAN MURIDNYA"

  1. Semoga anak tersebut diberi hidayah seiring bertambahnya umur!
    Kalau dulu kita takut melapor,....karena jika ketahuan org tua, maka hukuman yg diberikan oleh ORTU lebih sadis lagi!....sebab umumx org tua dulu, sangat memahami dan menghargai sekeras apapun didikan pihak sekolah terhadap anaknya!!

    BalasHapus