Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BUKU KEGIATAN RAMADHAN SISWA DI DUGA DIMARKUP OKNUM DIKNAS PANGKEP


Pengadaan buku amalia ramadhan di sekolah-sekolah dari SD sampai SMP se kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menuai sorotan publik, pasalnya harga yang dipatok sehingga terkesang dibisniskan doleh oknum pihak terkait di Diknas Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Hal ini terungkap setelah awak media melakukan penelusuran di diknas kabupaten Pangkep, menurut salah satu sumber di diknas yang enggan disebutkan namanya  buku amalia tersebut disalurkan di 300 sekolah SD dan 60 sekolah SMP se kabupaten Pangkep , dengan harga Rp.7.000 / siswa. Penerbit buku bekerjasama dengan Diknas dan kepala sekolah, yang dianggarkannya pada dana BOS masing masing sekolah


Terkait adanya penjualan buku Amalia Ramadhan ke sekolah khususnya tingkat SD dan SMP, dengan harga 7 ribuan lebih persiswa melalui anggaran dana BOS, maka dinilai di markup terkuak yang disinyalir dilakukan, oleh pihak Diknas terkait.

"Buku amalia ramadhan di jual kesekolah menggunakan dana BOS dengan harga Rp 7000,-  sama seperti harga tahun sebelumnya,"ungkapnya

Anto salah seorang warga kecamatan marang mempertanyakan hal tersebut mengingat buku amalia ramadhan tersebut jika dikalkulasikan jumlah lembaran dan sampulnya hanya berkisar Rp.3000,- dipercetakan namun oleh pihak diknas melalui kepala sekolahnya dijual Rp.7000,-/ per bukunya, dan diduga telah dimarkup oleh oknum Diknas Pangkep da dijadikan sebagai ajang bisnis untuk meraup keuntungan pribadi oleh beberapa oknum pegawai diknas dengan mempergunakan jabatannya menyuruh kepala sekolah membeli dengan harga tersebut.

"Lembarannya kurang dari 10 lembar polio, harusnya jika dikalkulasi harganya cuma Rp.3000, ini patut diduga terjadi markup harga dalam pengadaan buku tersebut

Untuk itu ia (Anto red) berharap agar aparat penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan Pangkep, segera melakukan penyelidikan terkait pengadaan buku amalia ramadhan yang dinilai murkup tersebut, karena d dugai didalamnya juga ada indikasi adanya kemufakatan buruk, alias kong kalkong dilakukan oleh pejabat pejabat terkait.

(Amunisi/ADM-KP)

Posting Komentar untuk "BUKU KEGIATAN RAMADHAN SISWA DI DUGA DIMARKUP OKNUM DIKNAS PANGKEP"