Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 BULAN TAK DIBAYARKAN UPAHNYA, TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS BONTO PERAK MINTA KAPUSNYA DIGANTI

Kepala Puskesmas Bonto Perak Sitti Rohani

Sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Kelurahan Bonto Perak kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)mengeluhkan tindakan arogansi kepala puskesmasnya Sitti Rohani yang tidak membayarkan upah tenaga kesehatan bulan januari hingga mei 2018 baik PNS dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga kesehatan hal ini terungkap setelah tenaga kesehatan Puskesmas Bonto Perak mengeluarkan unek uneknya di depan Wakil Bupati Pangkep H. Syahban Sammana saat berkunjung ketempat tersebut. Jumat (8/6/2018) lalu.

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana mengaku persoalan ini akan dibicarakan dengan bupati. dan akan menyuruh Kepala Dinas Kesehatan Pangkep untuk menindaklanjuti persoalan upah jasa tersebut.

"Ini persoalan tekhnis dan jangan dibesarkan kalau memang bisa'ji selesaikan dengan baik. Tadi bahas soal kehadiran dan memang harus adil pembagian jasa upahnya," ujarnya. Kita akan cari solusinya, pertemuan hari ini belum ada titik temunya. Ibu kadis akan tindaklanjuti agar bagaimana caranya upah jasa itu dibayar oleh pihak Puskesmas Bontoperak," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief mengaku menyerahkan persoalan kepala puskesmas Bontoperak kepada pimpinan pengambil kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep. perihal permintaan tenaga kesehatan baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Harian Lepas (THL) mengganti kepala puskesmas maka tuntutan para tenaga kesehatan ini akan diperhatikan dan dibicarakan intern langsung dengan Bupati Pangkep selaku pengambil kebijakan

"Kapusnya akan dievaluasi sesuai perkataan pak wakil tadi. Pertemuan tadi belum ada titik temu, mereka bertengkar di depanku jadi saya keluar dari pertemuan tersebut dan saya akan ambil langkah tegas, mungkin Tenaga kesehatan kita ini sudah lelah hadapi kapusnya, mereka semua ingin kapusnya diganti, "  ujarnya di Bontoperak, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (8/6/2018).

Ditempat dan waktu terpisah Kepala Puskesmas Bontoperak, Sitti Rohani mengklarifikasi soal tudingan dugaan tidak membayarkan upah jasa tenaga kesehatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Harian Lepas (THL) lingkup Puskesmas Bonto Perak. Menurutnya, poin kehadiran sangat jadi penentu dalam mendapatkan upah jasa karena bisa saja sama poin jenis ketenagaan, tapi disaat kehadiran tidak sama maka beda jumlah upah jasa yang didapatkan masing-masing tenaga kesehatan. Dia menyebut, dirinya tidak berani membayarkan upah jasa pada bulan itu karena akan menyalahi aturan. Pembayaran upah jasa diatur dalam Permenkes nomor 21 tahun 2016, pada Bab III tentang jasa pelayanan kesehatan.

"Soal tuduhan saya tidak membayarkan jasa upah mereka dari Januari-Mei 2018 itu tidak benar. Pembayaran upah jasa itu harus berdasar SK Bupati yang pada saat itu SK para tenaga kesehatan memang belum diterbitkan karena harus secara kolektif bersama tenaga kesehatan lainnya di Pangkep, Ini menyalahi aturan, makanya saya tidak ambil sikap untuk bayarkan upah jasa mereka karena akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Upah jasa, baru bisa dibayarkan kalau SK sudah terbit," kata Kepala Puskesmas Bonto Perak, Sitti Rohani dikonfirmasi awak media di Pangkajene, Sabtu (9/7/2018).


Dari Pantauan awak media Keterlambatan Pembayaran Upah selama 5 bulan kepada tenaga kesehatan ini hanya terjadi di lingkup puskesmas Bonto Perak ,sementara di puskesmas lain di kabupaten Pangkep, tidak mengalami keterlambatan dalam pembayaran upah tenaga medis.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "5 BULAN TAK DIBAYARKAN UPAHNYA, TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS BONTO PERAK MINTA KAPUSNYA DIGANTI"