Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEKITAR 5000 WARGA PANGKEP MASIH BUTA HURUF

 

Menjelang Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2018 Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) H. Syamsudin Hamid, SE. menilai perlu kerja keras yang tinggi untuk mengentaskan buta aksara di Pangkep. Sebab hingga saat ini masih memiliki warga  yang buta aksara hingga 5000 penduduk atau 2,05 persen dari jumlah penduduk Pangkep yang tersebar di 12 kecamatan. Dia mengungkapkan, mayoritas penyandang buta huruf merupakan warga berusia diatas 45 tahun.


"Angka buta aksara mencapai 5000 orang yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pangkep. Masing-masing kecamatan masih capai sekitar ratusan orang yang buta aksara," kata Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid di DPRD Pangkep, Senin (30/4/2018).

Syamsudin  mengaku  prihatin melihat jumlah angka buta huruf di daerahnya dan akan segera berkoordinasi dengan DPRD dan OPD terkait terutama Diknas, dan Perpustakaan Daerah  guna menekan tingginya jumlah warga yang buta huruf.

Syamsuddin menambahkan, pihaknya meminta kepada DPRD Pangkep untuk menambah anggaran program pemberantasan buta aksara tahun berikutnya.

"Nanti dibahas bersama DPRD Pangkep soal penambahan anggaran untuk pemberantasan buta aksara," jelasnya.

Dia berharap dengan tambahan alokasi anggaran yang disetujui DPRD Pangkep, pemberantasan buta aksara di Pangkep dapat teratasi secara bertahap.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "SEKITAR 5000 WARGA PANGKEP MASIH BUTA HURUF"