Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

WOW, PENEMU BIODISEL GENOIL TERNYATA PUTRA DAERAH PANGKEP


 Andi Hilmy mutawakkil Beserta Orang Tua dan Saudaranya

Seorang Mahasiswa Universitas Negeri Makassar berhasil membuat biodisel dengan  inovasinya mengubah minyak goreng bekas menjadi bahan bakar alternatif berupa biodiesel untuk kendaraan bermotor. sekaligus membawakan bahan bakar alternatif untuk nelayan paotere di makassar.

Adalah Andi Hilmy Mutawakkil mahasiswa UNM Kelahiran kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan beserta teman teman kampusnya Achmad Fauzy Ashari, Rian Hadyan Hakim, Jonathan Akbar, dan Fauzy Ihza Mahendra kelima pemuda ini berhasil mengubah minyak goreng jelantah rumah tangga dan warung menjadi bahan bakar alternatif biodisel dan membuat sebuah perusahaan Garuda Energi Nusantara (Genoil).

Berawal dari keprihatinannya kepada nelayan di paotere yang susah mendapatkan BBM Solar untuk kapalnya yang mengakibatkan menurunnya nilai tangkap nelayan di Paotere,dan banyaknya minyak goreng jelantah hasil warung dan rumah tangga yang dihasilkan perhari oleh warung dan rumah tangga yang dikhawatirkan para penjual gorengan yang menggunakan minyak bekas (jelantah) kehitaman untuk menggoreng dan akan merusak kesehatan karena mengandung kolestor jahat serta keprihatinannya banyaknya pengangguran yang berkeliaran menjadi preman untuk sesuap nasi.

Maka Andi Hilmy Mutawakkil alumnus SMAN 1 Bungoro yang brilian ini beserta teman teman kampusnya berhasil meramu minyak jelantah kehitaman bekas gorengan tersebut menjadi biodisel geonil serta mempekerjakan para 30 preman sebagai karyawan pengepul minyak jelantah di hotel dan rumah makan yang ada dimakassar.

 
Berawal dari mesin kecil berkapasitas 30 liter Hilmy membangun pabrik biodieselnya dengan support biaya penelitian dari kampusnya hanya sebesar Rp.20 juta tak membuat Hilmy dan teman temannya putus asa dalam merakit mesin biodisel tersebut, Bahkan mereka nekad menggadai 2 motor, 1 mobil, dan sebidang tanah keluarga demi terwujudnya mesin tersebut.

"Wawi (Achmad Fauzy) teman saya yang saat itu kuliah di jurusan Teknik Mesin Universitas Hasanuddin pun menyambut ide saya. Apalagi, kami berhasil mendapat uang penelitian sebesar Rp 20 juta dari kampus. Kita jadikan modal awal,Namun itu tidak cukup untuk membuat sebuah pabrik. kami habis-habisan mengumpulkan modal. sampai  nekad menggadai 2 motor, 1 mobil, dan sebidang tanah keluarga nekad. Sisa harga diri yang tidak kami digadaikan."terang Hilmy

Hasilnya, uang Rp 300 juta pun terkumpul. Mereka gunakan untuk merakit mesin di garasi rumah milik keluarga Achmad Fauzy.

“Semua kami kerjakan sendiri, potong-sambung pipa, gerinda, mengecat, sampai jago semua,” ungkap mahasiswa UNM Jurusan Antropologi.

Tak perlu waktu lama, mesin berkapasitas 6.000 liter itu pun beroperasi, meski tak sampai penuh. Hampir setiap hari, para preman yang sudah jadi mantan itu mengirim 1.000 liter minyak jelantah yang dibelinya dari warung warung dengan harga Rp.1000 sampai Rp.1500 per liter dan di drop masuk ke genoil dengan harga Rp.2500/ liter untuk dijadikan biodisel

Genoil kemudian menjual biodiesel ke para nelayan seharga Rp 5.500 per liter. Kini, dengan produksi biodiesel lebih dari 2.000 liter per hari, omzet mereka saat ini sudah mencapai puluhab juta per bulan.

“Alhamdulillah, awal tahun ini semua barang yang sempat digadaikan sudah ditebus,” kata Hilmy anak dari pasangan Andi Amal Saleh dan Andi Ramlah ini.

Ia pun berencana membesarkan Genoil. Apalagi potensi bahan bakunya sangat besar jika membeli minyak jelantah dari RT/RW.

"Saat ini Pemkot makassar mulai memberi support. Semoga ke depan Genoil bisa memproduksi 10 ribu liter dengan bantuan Wali Kota Makassar," tukasya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "WOW, PENEMU BIODISEL GENOIL TERNYATA PUTRA DAERAH PANGKEP "