Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DUFAN MATTAMPA MAKAN KORBAN YANG KETIGA KALINYA, DILLA TEWAS SAAT SELUNCURAN

Dunia Fantasi (Dufan) Matamppa Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepualauan. kembali menelan korban tenggelam untuk yang ketiga kalinya setelah tahun sebelumnya juga pernah menelan 2 orang korban wisatawan yang berkunjung ke wahana tersebut. kali ini korbannya seorang bocah perempuan berumur 13 tahun bernama Faradilla asal Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarran, utara Makasssar, Kamis (19/4/2018) siang kemarin
Diketahui pada bulan juli tahun 2012 lalu, seorang nenek berusia 63 tahun, Ramalliah,warga Maccini Oto, Kelurahan Baru Baru Utara, Kecamatan Pangkajene. Setahun kemudian kembali menelan korban. Muhammad Dhohir (22), mahasiswa Politeknik Pangkep, juga ditemukan tewas.
Warga Kampung Paseru, Desa Sompe, Kecamatan Sabbangparu, Wajo ini, meninggal dunia  di kolam permandian itu akhir pekan, Sabtu (25/5/2013) dan terakhir Dilla warga Pulau barang lompo makassar, Kamis (19/4/2018).


Korban saat itu, bersama keluarganya, Ia bermain perosotan dikolam water boom bersama kakaknya. Dimana, korban terlebih dahulu merosot ke kolam, dan sontak orang tua korban yang lagi santai duduk di gazebo samping kolam water boom, meneriaki kakak korban dengan mengatakan “dimana adekmu”. Lalu, kakak korban pun, mencari adiknya dan ditemukan korban tenggelam.

Kakak korban yang menemukan adiknya tenggelam dikolam tersebut saat itu sempat dmengangkat adiknya, lalu diberi pertolongan pertama sama keluarganya dengan cara mengangkat kedua kaki korban dengan harapan korban dapat bernafas, namun saat itu kondisi tubuh korban sudah lemas dan muntah-muntah. Sempat juga dievakuasi ke Puskesmas Bungoro, tapi setelah diperiksa korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Setelah itu, mayat korban dibawa ke rumahnya oleh keluarga ke makassar.

Sementara itu, terpisah dikonfirmasi Kapolsek Bungoro, Kompol H Asfa, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Tadinya, tidak ada yang melapor ke kami. Setelah anggota dapat informasi itu langsung ke tkp, dan benar ada kejadian tersebut. Kita akan ambil keterangan saksi mata dan pihak pengelola Dufan Mattampa,”katanya.

Kapolres Pangkep AKBP Bambang Wijanarko yang menerima laporan tersebut keesokan harinya langsung terjung langsung ke TKP guna melakukan olah TKP dan hal yang sangat mencengankan Waterboom Dufan Mattampa, secara administrasi tidak memiliki Standar Operasional Pelayanan (SOP).

"Iya itu tidak sesuai SOP berdasarkan hasil pengecekan kita tadi disana, tidak ada struktur organisasi penanggung jawab tempat wisata, Tidak ada sama sekali disana dicantumkan, seperti juga kolam renang yang tidak ada pemberitahuan batasan kedalaman kolam, tangga-tangga  mulai rapuh dan tidak kuat lagi menopang tepat di lantai 3 waterboom, Itu harusnya ada aturan dewasa, anak-anak jadi wisatawan bisa terjamin keamanan dan keselamatannya" ungkap Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko kepada awak media, Jumat (20/4/2018)

Sofyan Razak Anggota Komisi II DPRD Pangkep merasa prihatin dengan kejadian ini dan meminta Dinas Pariwisata agar memperketat kontrol keamanan semua fasilitas wisata yang ada di Pangkep, utamanya kolam renang harus ada persenel penjaga kolam yang bersertifikasi. Sofyan pun berharap petugas pengawas kolam, lebih banyak dan detail memperhatikan tiap wahana.

“Jangan hanya mau pungut uang dari karcis yang terus naik, tapi keselamatan pengunjung diabaikan, Apalagi, dalam dua bulan kedepan, menjelang bulan Ramadan, dan musim liburan, pengunjung Dufan Mattampa, bisa naik hingga 10 kali lipat dari hari-hari biasa’ ujar Sofyan

Dilla adalah korban ke-tiga dalam lima tahun terakhir di wahana yang swakelolalan pihak pemerintah kabupaten Pangkep ke sebuah perusahaan hiburan asal Jawa Timur ini.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "DUFAN MATTAMPA MAKAN KORBAN YANG KETIGA KALINYA, DILLA TEWAS SAAT SELUNCURAN"