Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BUPATI PANGKEP : HARUSNYA WARIA DIRANGKUL KE HAL POSITIF


Pasca dicabutnya izin acara pengukuhan waria yang seyogyannya gelar di tanggal 13-14 April mendatang. dikabupaten Pangkajene dan Kepulaun (Pangkep) oleh Kesbangpol Pemkab Pangkep dan Polres Pangkep, akibat mendapat penolakan keras dari nitizen facebook kabupaten Pangkep dan  Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Pangkep Bupati Pangkep, Bupati Pangkep H.Syamsuddin A Hamid akhirnya angkat bicara soal surat pengukuhan kepengurusan kontes Waria di Kabupaten Pangkep tersebut.

Menurut Syamsuddin harusnya waria Pangkep dirangkul ke hal hal yang positif dan digali budaya yang ada apalagi    salah satu budaya terpandang itu adalah budaya Bissu. Nah Bissu ini masuk dalam kerukunan waria yang ada di Pangkep.

"Justru mereka kita ingin rangkul jadi jika ada hal negatif yang mereka lakukan kita mau arahkan ke hal lebih baik. Jadi persoalan ini tidak usalah dibesar-besarkan," ujarnya.(11/4/2018)

Syamsuddin mengaku bahwa dirinya  telah memberikan rekomendasi kepada kerukunan Waria Pangkep namun karena mendapat kecaman dari berbagai masyarakat pangkep perihal kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut tetap dibatalkan.

"Kalau saya akui kasih rekomendasi mereka karena saya anggap selama kegiatan itu positif kenapa tidak kita respon, tapi pengamanan tidak berikan izin yah tidak apa-apa juga,"pungkasnya

Sementara itu ketua Kerukunan Waria Pangkep, Melly Richardo mengaku pasrah dibatalkannya izin pelaksanaan acara pengukuhan kepengurusan Waria Pangkep periode 2018-2023.apalagi, sejumlah netizen lalu mengaitkan hal tersebut dengan agama, bencana, penyakit yang membuat mereka kaum minoritas kalah.

"Iya kami tidak pernah menyangka kalau netizen sampai seperti itu pada kami. Padahal kami ini mengikuti prosedur yang ada di Pangkep, Ini kan kita hanya mau mengapresiasikan seni, kelebihan yang dimiliki. Tidak semuanya yang di sana nanti pakai pakaian perempuan. Salah satunya saya. Kalau bukan batik, paling jas tutup," ungkap Mely saat dikonfirmasi awak media.

Melly mengaku, sudah mengantongi rekomendasi dari Satpol PP,  Kesbang, Dinas Lingkungan Hidup, Kodim 1421 Pangkep, Camat Pangkajene, Dinas Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga dan sempat rekomendasi Polres.

Melly menambahkan Khusus Polres itu Sabtu kemarin dirinya sudah terima surat izin sebenarnya tapi jam 8 minggu pagi ia ditelpon dari bagian Kasat Intel untuk mengambil kembali surat izin dengan alasan ingin melakukan revisi surat, hingga saat ini Melly mengaku belum mendapatkan kembali surat izin yang diminta. Ia berharap ada jalan untuk melanjutkan kegiatan yang semata-mata hanya untuk melantik kepengurusan baru dengan rangkaian pemilihan miss waria.

Ditempat terpisah Kepala Kesbangpol Pangkep Lauki Hasri mengaku memutuskan mencabut rekomendasi terhadap acara itu usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dan DPRD Pangkep.

"Iya kita cabut. Pertama, karena terjadi polemik di masyarakat. Ada penolakan di masyarakat yang tergabung dalam FUIB. Kedua, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Kepala kesbangpol Pangkep, Lauki Hasri

Polres Pangkep yang menganulir izin yang sebelumnya sempat diterbitkan, terpaksa dicabut kembali karena surat yang menjadi rujukan terbitnya izin tersebut dari kesbangpol dicabut dengan alasan keamanan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sudah sempat terbit, karena mendasari adanya izin rekomendasi dari Kesbangpol Pemkab Pangkep. Tahun-tahun sebelumnya giat tersebut juga dilaksanakan. Sehubungan rekomendasi dari Pemkab dibatalkan, maka kami juga batalkan izin keramaiannya," ujar Kapolres Pangkep, Bambang Wijanarko
ADM-KP


Posting Komentar untuk "BUPATI PANGKEP : HARUSNYA WARIA DIRANGKUL KE HAL POSITIF"