Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AMALIAKU (EPISODE 1)


Ini soal kenangan sekaligus soal menciptakan kenangan
Pada mulanya memang hanya mata
Untuk mengeja mata mu waktu yang ku perlukan
Hanya seperti buah kelapa yang jatuh dari pohonnya

Dan untuk mendalami mata mu waktu ku perlukan
Seperti buah kelapa yang jatuh itu kembali menjadi pohon
Lalu menjatuhkan kembli buahnya
Aku tak ingin mebahas jatuh cinta ataupun jatuh rindu

Seyognya ini adalah peristiwa takdir yamg belum kita sadari
Atau barangkali setelah buah kelapa itu tumbuh kita baru sadar
Ini bukan lah tak kesengajaan
Adam dan hawa telah menyaksikan dan menyadari
Bahwa pertemuannya adalah sebuah takdir

Atau sanbu dan intay yang baru sadar setelah
Salah satunya ditakdirkan untuk mati
Seperti kita pada episode satu ini
Baru menyadari bahwa di kepala kita
Telah tumbuh kelapa yang pernah jatuh

Dimata kita masing-masing
Kau tak perlu mengerti tentang sajak ini
Sebab akupun tak mengerti apa-apa
Yang perlu kita pahami
Bahwa sebelum dan setelah hari ini
Kita telah menyepakati hati ini

Agus Parewai
(Pada Malam Kenangan, di Jl. Alauiddin )
18 april 2017-2018

Puisi dikirim oleh  Agus Parewa, Mahasiswa Universitas negeri makassar.  di desa Pattalassang kec. Labakkang. kab. Pangkep

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "AMALIAKU (EPISODE 1)"